Berita Terpercaya Tajam Terkini

Surabaya Kota Termacet, Pemuda Kritik Kinerja Khofifah dan Ery

0

Surabaya Kota Termacet di Indonesia
ilustrasi. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Koordinator Kaukus Pemuda Surabaya, Himas el Hakim mengkritik kinerja sekaligus menagih realisasi program transportasi publik dari Gubernur Jawa Timur maupun Walikota Surabaya disebabkan Surabaya menjadi kota termacet di Indonesia pada 2021. Kaukus Pemuda Surabaya menagih komitmen Pemda baik Provinsi Jatim yang dipimpin oleh Gubernur Khofifah terlebih Pemkot Surabaya dibawah nahkoda Walikota Eri Cahyadi untuk mengurai problem transportasi.

“Janji kampanye dan kehendak politik dari Gubernur khususnya Walikota harus segera ditunjukkan dengan serius agar permasalahan transportasi publik di Surabaya dan daerah sekitarnya bisa selesai,” ujar Hakim kepada cakrawarta.com, Kamis (13/1/2022).

Hakim menegaskan bahwa program penguatan transportasi publik wajib menunjukkan progress yang konkret daripada hanya menjadi gimmick kampanye semata. Karenanya Hakim mendorong agar program Bus BTS Trans Semanggi Suroboyo, reoptimalisasi Suroboyo Bus yang lebih ramah pengguna, hingga revitalisasi angkot di Surabaya yang sudah diagendakan oleh pemerintah tidak boleh terbengkalai.

“Jangan sampai terbengkalai lagi nasibnya seperti Suro Trem dan Boyo Rel yang dahulu digadang-gadang namun sekarang hanya jadi impian. Pemegang kebijakan publik seperti Walikota juga sudah bukan wewenangnya lagi mengurai kemacetan dengan turun ke jalan secara dramatik, namun harus lebih strategis dengan mendorong regulasi dan program yang mendukung transportasi publik di wilayahnya”, tambah arek Suroboyo yang akrab dipanggil Cak Hakim tersebut.

Hakim menilai bahwa baik pemerintah pusat maupun Provinsi dibawah kepemimpinan Khofifah harus mendorong dan mendukung Pemkot Surabaya dalam mengawali tahun 2022 ini dengan merealisasikan kebijakan konkret dalam mengurai kebutuhan transportasi publik Kota Surabaya yang merupakan salah satu wilayah strategis nasional.

“Surabaya adalah kota besar nasional. Sangat strategis khususnya sektor bisnis guna mengakselerasi pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Ekonomi rakyat yang membutuhkan mobilitas maupun akses transportasi yang inklusif wajib segera dipenuhi oleh negara agar perekonomian dan kesejahteraan bisa terwujud,” pungkasnya.

Sebagai informasi, INRIX sebagai lembaga analisis data lalu lintas dalam riset Global Traffic Scorecard 2021 menilai Kota Surabaya berada di peringkat pertama kota termacet di Indonesia disusul kemudian oleh Jakarta, Denpasar, kemudian Malang berdasarkan waktu yang hilang. Surabaya dinilai menghilangkan 62 jam, sementara Jakarta hanya 28 jam, Denpasar 31 jam, serta Malang 29 jam. Hal ini menggeser stigma kota termacet di Indonesia dari Jakarta menjadi Surabaya di tahun 2021.

(imam/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.