Berita Terpercaya Tajam Terkini

Setelah Langka Stok Minyak Goreng Kini Berlimpah, DPP PITA Minta Pemerintah Tak ‘Permainkan’ Rakyat

0
Bendahara Umum DPP Pemuda Cinta Tanah Air, Deni Martanti. Ia meminta pemerintah serius dalam melakukan tata kelola pangan sehingga kejadian antrian para ibu demi mendapatkan minyak goreng tidak terjadi lagi di masa mendatang. (foto: istimewa)

JAKARTA – Pengurus DPP Pemuda Cinta Tanah Air (PITA) Deni Martanti menyesalkan mengapa pasca pencabutan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) stok minyak goreng di supermarket atau minimarket yang semula langka tetiba berlimpah.

“Aneh saja. Awalnya terjadi kelangkaan minyak goreng dalam beberapa bulan teakhir. Padahal Indonesia negara penghasil kelapa sawit terbesar dengan produksi CPO terbesar dunia. Stok langka, harga melambung dan menyebabkan terjadi antrian emak-emak di banyak daerah di Indonesia. Sekarang berlimpah,” ujar Deni Martanti kepada cakrawarta.com, Jumat (18/3/2022).

Tim PITA mendapatkan data bahwa pasca pelepasan harga ke mekanisme pasar, per Kamis (17/3/2022) berbagai supermarket di seluruh wilayah Indonesia justru mampu mengeluarkan berkardus-kardus stok minyak goreng di etalase/rak toko mereka.

“Stok berlimpah tapi harga melonjak naik hingga 50% setelah kebijakan HET dicabut,” imbuh perempuan yang juga seorang entrepreuner itu.

Karenanya, Deni menegaskan bahwasanya pemerintah seharusnya hadir memberikan solusi bukan justru seolah mempermainkan rakyat.

“Dengan berbagai fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemerintah tidak serius mengatasi permasalahan ini. Stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan adalah sebuah parameter sebuah negara sukses dan mandiri. Tapi ini tidak terjadi. Rakyat seolah ‘dipermainkan’ dan sungguh miris,” kata perempuan yang menjabat Bendahara Umum DPP PITA tersebut.

Deni berharap ke depannya, pola seperti ini tidak terjadi dan pemerintah menunjukkan keseriusannya untuk bisa menunjukkan komitmennya dalam tata kelola pangan tanah air yang mengedepankan kesejahteraan rakyat termasuk tidak ada lagi antrian panjang para ibu hanya demi mendapatkan seliter atau dua liter minyak goreng.

“Keseriusan dan komitmen pemerintah untuk berbenah itu dapat dilihat bahwa ke depannya, fenomena antrian hanya demi mendapatkan minyak goreng tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.