Wednesday, June 19, 2024
spot_img
HomeEkonomikaSerunya Training Pramugari Dan Pramugara di Mock Up Pesawat, Serasa Lagi Terbang!

Serunya Training Pramugari Dan Pramugara di Mock Up Pesawat, Serasa Lagi Terbang!

Para pramugari dan pramugara tengah berlatih di dalam mock up peawat di Lion Group Training Center (LGTC) Balaraja, pusat pelatihan pramugari dan pramugara di Indonesia. (foto: lion group)

TANGERANGLion Group Training Center (LGTC) Balaraja, pusat pelatihan pramugari dan pramugara di Indonesia, menjadi sentral calon awak kabin setelah mengikuti proses seleksi pendidikan gratis. LGTC Balaraja memiliki fasilitas mock up pesawat udara, yaitu replika pesawat yang digunakan melatih calon pramugari dan pramugara dalam berbagai situasi dan kondisi yang mungkin terjadi di dalam pesawat.

Menurut Corporate Communications Strategic of Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, mock up pesawat menjadi penting karena terdapat banyak tipe pesawat yang digunakan di Indonesia. Beberapa tipe pesawat yang paling banyak digunakan oleh maskapai penerbangan di Indonesia adalah  Boeing 737, Airbus 320, ATR 72, dan Airbus 330.

“Mock up pesawat membuat calon pramugari dan pramugara merasakan sensasi terbang sebelum benar-benar terbang. Mereka belajar tata cara pelayanan penumpang, prosedur keselamatan, penanganan darurat dan lain-lain, suasananya mirip pesawat asli. Keuntunjgannya, meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan menjadi pramugari dan pramugara profesional,” ujar Danang dalam keterangannya pada media ini.

Selain itu, dalam training terdapat beberapa alat yang harus dikuasai secara mahir oleh pramugari dan pramugara. Pertama adalah apa yang dikenal dengan slide, yang berfungsi sebagai sarana evakuasi darurat, digunakan jika pesawat mengalami keadaan darurat di darat atau di air. Slide berbentuk seperti seluncuran yang terhubung dengan pintu pesawat dan dikeluarkan dengan cara menarik tuas kearah atas atau memutar tuas searah panah, tergantung dari tipe pesawat.

“Slide dapat mengembang secara otomatis dengan bantuan tekanan dan dilengkapi lampu, tali, dan peralatan lainnya yang digunakan untuk membantu penumpang keluar dari pesawat secara aman,” papar Danang.

Adapun alat kedua yang wajib dikuasai mahir oleh seorang pramugari atau pramugara adalah door trainerDoor Trainer berfungsi melatih cara membuka dan menutup pintu pesawat dengan benar dan cepat, sesuai dengan tipe pesawat yang dipelajari. Pintu pesawat memiliki mekanisme kompleks dan berbeda, yang dioperasikan sesuai prosedur yang ditetapkan.

Alat yang ketiga adalah overhead compartment, yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang bawaan penumpang di atas kursi. Overhead compartment memiliki ruang terbatas, sehingga pramugari dan pramugara harus pandai mengatur dan menata barang bawaan penumpang agar tidak menimbulkan masalah. Pramugari dan pramugara memastikan overhead compartment tertutup rapat sebelum pesawat lepas landas dan mendarat, serta membukanya hati-hati jika ada penumpang yang membutuhkan barang bawaannya.

Berikutnya ada Passenger Service Unit (PSU), yang merupakan sarana komunikasi dan pelayanan bagi penumpang di dalam pesawat. PSU terletak di atas kursi penumpang, dan terdiri dari beberapa tombol dan lampu, antara lain adalah: tombol panggilan pramugari atau pramugara, tombol lampu baca, pendingin udara, tempat penyimpanan masker oksigen serta lampu-lampu di PSU antara lain lampu sabuk pengaman dan lampu no smoking.

Ada pula Public Address (PA) yakni sarana pengumuman dan informasi bagi penumpang di dalam pesawat. PA terdiri dari mikrofon dan speaker, digunakan oleh pramugari, pramugara, atau pilot untuk menyampaikan pesan-pesan penting, seperti: sambutan, instruksi, peringatan, atau hiburan.

“Pramugari dan pramugara harus menguasai cara menggunakan PA dengan jelas, sopan, dan menarik,” tegas Danang.

Ada pula alat yang harus dikuasai yakni apa yang disebut dengan Dropable Oxygen Mask, yang merupakan sarana penyediaan oksigen bagi penumpang jika pesawat mengalami keadaan darurat yang menyebabkan tekanan udara di dalam kabin menurun. Dropable Oxygen Mask merupakan bagian dari PSU, dan dapat dikeluarkan secara otomatis atau manual dari kokpit atau membuka penutup dari masker oksigen secara langsung.

“Dropable Oxygen Mask dilengkapi selang, masker dan kantung oksigen, yang dapat digunakan oleh penumpang untuk bernafas secara normal. Pramugari dan pramugara harus menguasai cara mengeluarkan dan memasang dropable oxygen mask, serta cara memberikan instruksi kepada penumpang untuk menggunakan alat tersebut,” detail Danang.

Selain itu ada yang disebut dengan Service Galley, yang merupakan sarana penyajian makanan dan minuman bagi penumpang di dalam pesawat seperti: oven, trolley, coffee maker, seat bisnis dan seat ekonomi. Oven, untuk memanaskan makanan yang akan disajikan kepada penumpang. Trolley digunakan mengangkut dan menyimpan makanan, minuman, dan perlengkapan lainnya.

Para pramugari memperhatikan instruktur di dalam mock up peawat di Lion Group Training Center (LGTC) Balaraja, pusat pelatihan pramugari dan pramugara di Indonesia. (foto: lion group)

“Pramugari dan pramugara harus menguasai cara menggunakan dan membersihkan alat-alat servis setelah pemakaian, serta cara menyajikan makanan dan minuman kepada penumpang secara higienis dan ramah,” ujar Danang.Yang tak kalah penting adalah Emergency Window, yang berfungsi sebagai sarana evakuasi darurat, sama seperti pintu darurat dan hanya digunakan dalam keadaan darurat saja.

Emergency Window berbentuk seperti jendela yang terletak di samping kursi penumpang, dibuka dengan menarik tuas kearah bawah. Bagian emergency window dilengkapi lampu, tali dan peralatannya untuk membantu penumpang keluar dari pesawat dengan aman.

Alat terakhir yang harus dikuasai mahir oleh seorang pramugari da pramugara adalah yang disebut dengan Emergency Door, yang merupakan sarana evakuasi darurat. Bagian ini berbentuk pintu yang terletak di bagian depan, tengah atau bagian belakang pesawat. Posisinya tergantung dari setiap tipe pesawat yang ada dan dapat dibuka dengan menarik tuas ke arah atas atau memutar tuas searah panah. Emergency Door dilengkapi slide, lampu, tali, dan dan peralatan lainnya, yang dapat membantu penumpang keluar dari pesawat dengan  aman.

“Yang menarik dari mock up pesawat adalah dapat merasakan sensasi terbang, pramugari atau pramugara bisa mengoptimalkan waktu pelatihan di darat sembari menunggu jadwal pelatihan penerbangan atau flight training. Mereka dapat melakukan praktik kapan saja dan sebanyak mungkin di mock up pesawat, tanpa mengganggu operasional pesawat asli,” pungkas Danang.

(rils/bus)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular