Berita Terpercaya Tajam Terkini

Sejumlah Proyek Sekretariat Mensesneg Bengkak, CBA: Jokowi Harus Evaluasi Pratikno!

0
Kementerian Sekretariat Negara
Ilustrasi. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Kordinator Center fod Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman mengatakan bahwa sejumlah proyek rutin tahunan di Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara (Kemsesneg) terus meroket. Hal itu terlihat mulai dari proyek pengadaan obat-obatan, makan minum rapat, kebutuhan perlengkapan alat rumah tangga hingga operasional pimpinan dan sejumlah proyek lainnya terus membengkak.

“Contohnya adalah proyek pengadaan penggantian perlengkapan rumah tangga lainnya tahun anggaran 2020 dianggarkan Rp 800.980.000 untuk tahun anggaran 2021 justru naik menjadi Rp 2.666.483.000,- dan bahkan untuk tahun anggaran 2022 kembali naik menjadi Rp 3.270.643.000,-. Dalam dua tahun ada kenaikan anggaran sebesar Rp 2,4 miliar,” ujar Jajang Nurjaman kepada cakrawarta.com, Senin (13/6/2022).

Ternyata proyek-proyek yang mengalami kenaikan tidak hanya itu saja. Jajang merinci sejumlah proyek lain seperti proyek langganan jaringan telematika.

“Untuk proyek ini pada tahun anggaran 2020 dianggarkan Rp 2.835.571.000 lalu tahun anggaran 2021 naik menjadi Rp 2.900.000.000,- dan untuk tahun 2022 kembali naik hampir dua kali lipat menjadi Rp 5.000.000.000,-. Ini artinya dalam dua tahun ada kenaikan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar,” imbuh Jajang.

Jajang juga merinci proyek lain seperti pengadaan obat-obatan dimana di tahun 2020 dianggarkan Rp 200 juta, tahun anggaran 2021 naik dua kali lipat menjadi Rp 400 juta, begitu juga tahun anggaran 2022 kembali dianggarkan sebesar Rp 400 juta.

Ada pula anggaran rutin operasional pimpinan dimana tahun 2020 anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 2.114.610.000,- lalu untuk tahun anggaran 2021 naik menjadi Rp 2.596.600.000,- dan tahun 2022 ditetapkan sebesar Rp 2.465.265.000.

Begitupun anggaran jamuan makan rapat-rapat koordinasi/kerja/dinas/kelompok kerja dimana di tahun 2021 dianggarkan sebesar Rp 4.954.670.000 lalu untuk tahun 2022 naik menjadi Rp 5.726.399.000,-.

“Kenaikan anggaran sejumlah proyek Sekretariat Kemsesneg sangat mencurigakan padahal kondisi negara sedang mengalami krisis pandemi dan APBN semakin seret. Kami menilai Kemsesneg seperti tidak peka dengan penderitaan rakyat!” tegas Jajang.

Menurut Jajang ada indikasi kuat bahwa meroketnya sejumlah proyek tahunan Sekretariat Kemsesneg berkaitan dengan dugaan biaya lobi-lobi politik menjelang Pilpres 2024.

“Kami kira Presiden Jokowi harus menjadikan ini catatan penting. Jika pemborosan anggaran di sekretariat Kemsesneg terus berlanjut bisa berpotensi adanya kerugian negara. Karenanya kami meminta Sekretaris kementerian sekretariat kementerian Setya Utama harus segera dievaluasi bersama menteri sekretariat negara Pratikno,” pungkas Jajang.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.