Berita Terpercaya Tajam Terkini

Sejalan, Kemenkes RI Dukung Pengembangan Teknologi Stem Cell Unair

0
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat tampil dalam Webinar dan Workshop Stem Cell Batch ke-17 bertajuk “Multidicipline Approach of Stem Cell Therapy” yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Unair Surabaya, Selasa (26/7/2022). (foto: Zoom Meeting)

 

SURABAYA  Stem cell atau sel punca merupakan teknologi pengobatan mutakhir yang aplikasi dan risetnya masih minim di Indonesia. Pada Selasa (26/7/2022) Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga menyelenggarakan Webinar dan Workshop Stem Cell Batch ke-17.

Mengangkat topik Multidicipline Approach of Stem Cell Therapy, webinar tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin dan Ketua Komite Sel Punca Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Amin Soebandrio.

Budi menjelaskan bahwa Kemenkes merespon positif adanya upaya pengembangan teknologi sel punca. Ia menjelaskan bahwa upaya pengembangan teknologi sel punca ini sejalan dengan enam transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kemenkes salah satunya transformasi teknologi kesehatan.

“Melalui adanya pandemi, Kemenkes menyadari bahwa diperlukan adanya transformasi terhadap sistem kesehatan Indonesia khususnya peningkatan teknologi kesehatan. Oleh karena itu, adanya teknologi baru akan selalu kami respon dengan penuh keterbukaan,” ujar Budi.

Perihal pengembangan sel punca, Budi menekankan dalam pelaksanaannya nanti harus memenuhi standar riset yang baku. Selain itu, dalam pengembangan sel punca juga harus memperhatikan keamanan (safety) serta efikasi dari aplikasi sel punca nantinya.

“Karena kami berkewajiban untuk menjamin supaya pengembangan teknologi sel punca harus didasarkan pada evidence based dan proses scientific yang sesuai standar sehingga dampak negatif yang ditimbulkan bisa diminimalisir,” tegas Budi.

Melanjutkan penyampaiannya, Budi menjamin bahwa Kemenkes siap mendukung penuh pengembangan teknologi sel punca. Ia menjelaskan bahwa Kemenkes akan segera memformulasikan program untuk riset sel punca sehingga lebih transparan dan formal.

“Jika nanti memang apabila dari riset sudah sesuai dengan prosedur dan etik yang yang ada serta hasil health assessment juga dikatakan layak, maka adopsi teknologi sel punca sebagai layanan kesehatan Indonesia bisa segera diwujudkan,” tandasnya.

(pkip/bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.