Berita Terpercaya Tajam Terkini

Rokok Elektrik Sasar Anak Muda Melalui Media Sosial, YLKI: Membahayakan!

0
Tulus Abadi (kanan) saat menyampaikan pemaparannya terkait rokok elektrik dalam konferensi pers yang dilakukan secara hybrid dengan tajuk “Vape Tricks Di Indonesia: Jerat Rokok Elektrik di Media Sosial pada Anak MUDA” di daerah Kemang Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2022). (fotozz: tangkapan layar Zoom Meetings)

JAKARTA – Dengan 170 juta pengguna internet, Indonesia berada dalam urutan empat besar di dunia. Nampaknya ceruk ini dimanfaatkan betul oleh Industri tembakau mencekoki anak-anak muda Indonesia dengan rokok konvensional dan rokok elektrik.

Jalan ini dilapangkan oleh lemahnya regulasi tentang pengendalian tembakau di Indonesia. Laporan penelitian yang dilakukan oleh Vital Strategies, sebuah organisasi kesehatan masyarakat global, bekerja sama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkap fakta bahwa iklan dan promosi rokok elektrik penuh tipuan dan trik untuk menghindari regulasi nasional merajalela di berbagai platform media sosial.

“Rokok elektrik dipasarkan secara eksplisit sebagai produk yang diasosiasikan dengan gaya hidup baru anak muda yang keren, bahkan dikatakan lebih aman dari rokok padahal jelas-jelas berbahaya,” kata Tulus Abadi, selaku Ketua Pengurus Harian YLKI, Rabu (30/3/2022) dalam acara yang digelar hybrid tersebut.
“Ini bertabrakan secara diametral dengan Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang menyatakan bahwa konsumen berhak mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur’ imbuhnya.

Laporan penelitian bertajuk ‘Vape Tricks di Indonesia: Jerat Rokok Elektrik di Media Sosial pada Anak Muda’ diluncurkan dalam rangkaian peringatan Hari Hak Konsumen Sedunia sebagai bentuk dukungan terhadap regulasi terkait pemasaran rokok elektrik terutama yang dilakukan secara online.

“Dalam laporan ini termuat fakta bahwa Instagram dan Facebook adalah platform favorit untuk pemasaran rokok elektrik di Indonesia,” jelas Enrico Aditjondro selaku Associate Director Vital Strategies untuk wilayah Asia Tenggara.

“Laporan ini merupakan hasil pantauan Vital Strategies terhadap pemasaran online Tobacco Enforcement and Reporting Movement atau TERM yang telah mengidentifikasi peningkatan tren pemasaran tembakau secara daring di Indonesia, India dan Meksiko,” lanjut Enrico

Anak muda dinilai menghabiskan banyak waktu di media sosial, dan di sana mereka dibombardir oleh pesan pemasaran rokok elektrik.

Penelitian “Vape Tricks di Indonesia” melaporkan bahwa lebih dari dua pertiga pesan pemasaran rokok di media sosial berasal dari produk rokok elektrik  yaitu mencapai 68%. Instagram menjadi platform yang paling banyak digunakan untuk pemasaran rokok elektrik yakni sebesar 58% dengan konten yang dirancang untuk mengarahkan konsumen muda potensial ke portal toko daring.

Hasil analisis data TERM selama periode 13 Agustus hingga 15 Desember 2021 menemukan bahwa kebijakan mandiri perusahaan teknologi Meta untuk melarang pemasaran produk nikotin di platform Facebook dan Instagram sama sekali tidak berhasil. Masih banyak yang perlu dilakukan untuk memastikan media sosial tidak menjadi gerbang utama yang mengantarkan anak muda ke dalam jeratan rokok.

Hasil penelitian juga menunjukkan enam dari tujuh merk rokok elektrik yang dipasarkan lewat media sosial adalah produk impor. Perusahaan rokok elektrik menggambarkan produk mereka sebagai alat penunjang gaya hidup dengan pesan-pesan yang berpotensi menipu, termasuk; mencitrakan produk sebagai alat canggih yang harus dimiliki (60%), mencitrakan produk sebagai alat hiburan (13% unggahan); mencitrakan produk sebagai produk glamor/mewah (8%), dan mengunggah video yang berisi instruksi pemakaian produk (8%).

Sebagai salah satu negara dengan konsumsi rokok tertinggi di dunia, dengan lebih dari dua pertiga pria dewasa dan 19% anak muda dalam rentang usia 13-15 tahun mengonsumsi rokok serta ditunjang dengan  lemahnya regulasi, membuat Indonesia menjadi ceruk empuk bagi industri rokok elektrik, yang pangsanya naik secara pasti sejak tahun 2015.

Vape dan rokok elektrik masuk dalam kategori Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) dan digolongkan sebagai alat yang dioperasikan secara elektronik untuk memanaskan cairan berisi nikotin. World Health Organization (WHO), Kementerian Kesehatan RI, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), telah menyatakan bahwa rokok elektrik berbahaya bagi kesehatan.

Laporan “Vape Tricks di Indonesia” dibuat berdasarkan data yang dikumpulkan melalui Tobacco Enforcement and Reporting Movement (TERM), sistem pemantauan media digital yang digunakan untuk memantau pemasaran tembakau secara daring melalui analisis sistematis terhadap berita dan artikel daring, unggahan, dan percakapan di media sosial.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.