Berita Terpercaya Tajam Terkini

Putin Akan Hadiri Pertemuan G20, Pengamat: Indonesia Harus Objektif!

0
Ilustrasi. (foto: bet nolre/istockphoto)

 

SURABAYA – Indonesia diminta untuk bersikap objektif termasuk menyatakan sikap terhadap konflik Rusia-Ukraina. Hal tersebut terkait rencana kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertemuan G20 yang akan berlangsung di Bali, pada November 2022 mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan pakar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga I Gede Wahyu Wicaksana.

“Kalau Indonesia memang mempunyai kepentingan dengan Rusia, jelas kita harus menyambut kedatangan Putin sebagai salah satu pemimpin G20,” ujar Wahyu -sapaan akrabnya-, Kamis (31/3/2022).

Persoalan pertemuan G20 kembali ramai diperbincangkan publik, setelah Duta Besar Rusia untuk Indonesia menjawab surat Indonesia selaku tuan rumah yang sejak 22 Februari 2022 lalu telah mengirimkan undangan kepada semua negara yang tergabung dalam G20 termasuk Rusia.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, melalui kedutaan besar Rusia untuk Indonesia menyatakan dirinya dipastikan hadir pada KTT G20 di Bali. Sontak pernyataan tersebut menuai respon dari berbagai negara, terutama Amerika Serikat dan sekutunya.

Amerika Serikat dan sekutunya meminta Indonesia menolak kedatangan Rusia pada  KTT G20. Permintaan tersebut merupakan buntut dari konflik Rusia yang belum juga menyudahi invasi ke Ukraina hingga saat ini.

Wahyu menambahkan, dirinya menyadari bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menganggap arti politik luar negeri yang dijalankan Indonesia yaitu Politik Bebas Aktif itu adalah non blok. Padahal anggapan tersebut menurutnya mengandung kekeliruan.

“Bebas artinya independen dalam menentukan sikap, tidak didikte oleh kekuatan manapun terutama pihak asing. Aktif artinya Indonesia harus  sergap dalam memperjuangkan kepentingan bangsa sendiri bukan yang lain. Jadi bebas aktif bukan berarti non blok. Itu keliru,” tegasnya.

Kebijakan politik Indonesia bebas aktif, berarti menurut Wahyu, maka tidak ada kewajiban bagi pemerintah Indonesia dalam merespon media asing yang menolak kedatangan presiden Rusia pada  KTT G20 di Bali November 2022 mendatang.

(bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.