Berita Terpercaya Tajam Terkini

Perwali KTR Di Surabaya Resmi Berlaku, Pakar: Semoga Prevalensi Perokok Turun!

0
ilustrasi. (foto: ahmad khusaini/jawa pos)

 

SURABAYA – Peraturan Walikota (Perwali) mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) telah resmi diberlakukan di Surabaya sejak 1 Juni 2022 lalu. Dengan diberlakukannya KTR ini, maka kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi, dan penggunaan rokok akan dibatasi pada kawasan tertentu.

Pakar Kesehatan Masyarakat Santi Martini menyambut optimis pemberlakuan Perwali ini. “Perwali ini secara detail memberikan petunjuk implementasi peraturan daerah KTR sehingga setiap lembaga atau area menjadi tahu kategorinya dan apa yang harus dilakukan. Sosialisasi juga telah dilakukan oleh pemerintah kota, sehingga saya optimis akan berhasil,” jelas Santi kepada awak media, Kamis (30/6/2022).

Sosialisasi diketahui telah dilakukan pada berbagai media sejak bulan Januari hingga Mei 2022. Media yang terlibat dalam sosialisasi ini menghimbau masyarakat untuk berperan serta dalam menegakkan Perwali KTR.

Pada penerapannya, terdapat beberapa kawasan yang memberlakukan KTR yakni sarana kesehatan, tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah, dan angkutan umum. Para pelanggar akan mendapatkan sanksi sesuai dasar hukum Perwali 110/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2019.

Lebih dari sekedar sanksi, menurut Santi implementasi dari KTR juga berupa edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya asap rokok.

“Perwali ini merupakan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat sadar bahaya yang ditimbulkan oleh asap rokok terhadap dirinya maupun orang di sekitarnya,” ungkap Ketua Tobacco Control Support Centre Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI) Jawa Timur itu.

Santi menggarisbawahi fakta bahwa peraturan KTR dibuat bukan sebagai larangan merokok, namun sebagai aturan untuk menentukan di wilayah mana saja orang boleh merokok.

“Di wilayah KTR tersebut, orang lain berhak mendapatkan udara yang bersih dan sehat,” sebutnya.

Melalui pelaksanaan KTR ini, masyarakat diharapkan mendapat edukasi tentang dampak buruk asap rokok dan pada akhirnya dapat menurunkan prevalensi perokok di Surabaya.

“Harapannya kualitas kesehatan penduduk di kota Surabaya meningkat. Hal itu dapat terlihat pada masyarakat yang sehat dan bugar sehingga produktif, anak-anaknya juga cerdas dan pandai. Perda KTR yang dilengkapi dengan Perwali ini akan membantu mewujudkan generasi emas tahun 2045 dan bonus demografi pada tahun 2030,” pungkas dosen epidemiologi klinis Universitas Airlangga tersebut.

(pkip/bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.