Berita Terpercaya Tajam Terkini

Perjalanan Jokowi ke Ukraina-Rusia: Wajah Publik dan Privat Diplomasi

0

 

Tanggal 2 Juli 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba kembali dari perjalanannya ke Eropa dan Uni Emirat Arab. Dalam jadwal perjalanan kenegaraan kali ini, yang menjadi perhatian adalah perjalanannya mengunjungi Ukraina yang sedang diinvasi oleh Rusia, dan perjalanannya ke Rusia yang menginvasi Ukraina.

Di dunia maya, tidak sedikit orang yang mempertanyakan hasil dari perjalanan ke Ukraina dan ke Rusia. Rata-rata, rujukan dari opini mereka adalah liputan tentang pernyataan-pernyataan dari pihak Ukraina maupun Rusia bahwa tidak ada pesan (tertulis) yang dibawa Jokowi, bahkan ada pemberitaan bahwa Ukraina membantah menitipkan pesan mereka ke Rusia.

Untuk memahami pernyataan-pernyataan yang bermunculan, baik itu pernyataan resmi atas nama negara, maupun pernyataan hasil framing atau interpretasi media, kita perlu memahami tentang wajah publik dan wajah privat dalam diplomasi antar negara.

Konteks Perjalanan Seorang Presiden

Perjalanan kenegaraan seorang Presiden adalah perjalanan politik dengan tujuan utama yaitu kepentingan negara yang bersangkutan. Hal ini berlaku juga dalam perjalanan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia.

Tujuan utama dari perjalanan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia tentunya adalah untuk kepentingan Indonesia, dan kepentingan Indonesia dalam relasinya dengan Ukraina, dan Rusia. Otomatis, diskusi-diskusi bilateral yang terjadi antara Indonesia-Ukraina, dan Indonesia-Rusia, adalah soal kepentingan bilateral kedua negara.

Di sisi lain, karena ini adalah perjalanan politik, dan realitanya adalah ada perang antara Rusia dan Ukraina di wilayah kedaulatan Ukraina, maka kunjungan Presiden Jokowi tentunya punya agenda politik multilateral untuk mendudukan posisi Indonesia dalam dinamika politik perang dan diplomasi.

Konteks kedudukan Indonesia dalam politik perang dan diplomasi di perang Rusia-Ukraina adalah bagian dari forecasting relevansi Indonesia sekarang, maupun nanti, ketika perang selesai. Relevansi posisi Indonesia sekarang akan sangat berpengaruh terhadap dinamika ekonomi dan politik multilateral pasca perang nanti di mana peta ekonomi sumber daya alam, khususnya supplu and demand yang pasti akan terimplikasi sekarang.

Wajah Publik dan Privat Diplomasi

Ada opini bahwa pesan perdamaian Presiden Jokowi tidak diindahkan oleh Rusia, juga bahwa Presiden Zelensky tidak menitipkan pesan ke Presiden Jokowi untuk diteruskan ke Presiden Putin.

Sebenarnya, dalam diplomasi antar negara, pernyataan dan sikap publik yang ditampilkan oleh Rusia dan Ukraina adalah sesuatu yang bisa dimengerti, dan sudah diantisipasi akan terjadi.

Ukraina dan Rusia adalah dua negara berdaulat yang akan mengedepankan kepentingan nasionalnya. Di samping itu, konteks dari kunjungan Presiden Jokowi bukan dalam konteks sedang terjadi gencatan senjata, atau dalam konteks sedang dilangsungkannya pembicaraan damai antara kedua negara yang berperang.

Otomatis, baik Rusia maupun Ukraina secara publik akan menunjukkan bahwa mereka berdaulat dan mereka tidak bisa didikte oleh negara lain, sama seperti Indonesia pun secara publik akan menunjukkan bahwa kita tidak bisa didikte oleh negara lain.

Leave A Reply

Your email address will not be published.