Berita Terpercaya Tajam Terkini

Pengamat Politik Unair: Duet Anies-Puan Lebih Berpotensi!

0
Poster duet Anies Baswedan-Puan Maharani ini tengah beredar viral di media sosial. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Kehadiran Puan Maharani dalam gelaran Formula E menjadi pemandangan yang menarik. Pasalnya, Puan Maharani semakin dekat dengan sosok Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Selama ini kebijakan Anies Baswedan kerap dikritik oleh anggota DPRD Provinsi DKI dari PDI Perjuangan (PDIP). Padahal nama Puan Maharani dan sederet nama lain seperti AHY, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan tentu termasuk Anies Baswedan menjadi segelintir orang yang digadang-gadang akan dicalonkan dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Kedatangan Ketua PDIP Puan Maharani tersebut ke Formula E dinilai sebagai usaha untuk menyamakan frekuensi dengan Anies Baswedan. Hal tersebut diungkapkan oleh Pengamat Politik Universitas Airlangga, Ali Sahab.

“Politik adalah the arts of possibility. Bisa juga nanti Puan berpasangan dengan Anies,” ujar pakar political behaviour itu.

Menurutnya, jika nantinya sosok Puan jadi berpasangan dengan Anies, itu merupakan potensi untuk menyatukan pasangan Nasionalis-Religius. Puan sebagai trah Soekarno memiliki loyalis partai yang tidak diragukan. Apalagi jika Megawati sudah menetapkan keputusan partai untuk dikawal. Hal itu tentu akan menjadi rintangan bagi Ganjar.

“Target PDIP saya kira bagaimana menang, termasuk menghadang Ganjar. Dalam hal ini, berkoalisi dengan Anies Baswedan merupakan pilihan yang bisa ditempuh PDIP,” jelasnya.

Meskipun demikian, menurut Ali, koalisi Anies-Puan tidak akan serta merta diterima oleh kader PDIP.

“Kita tahu berawal dari Pilkada DKI dan dua kali Pilpres kelompok pendukung Anies Baswedan dan sebagian kelompok di PDIP selalu berhadapan. Namun kita tahu bahwa peran Bu Mega sangat kuat. Jadi keputusan terakhir ada di Bu Mega,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ali juga mengatakan bahwa salah satu faktor yang harus menjadi pertimbangan PDIP untuk berkoalisi dengan Anies Baswedan adalah kinerjanya yang cukup bagus dan terukur selama menjadi Gubernur Jakarta.

“Harus diakui kinerjanya Anies Baswedan di Jakarta bisa dikatakan bagus,” tandasnya.

Ali juga berpendapat bahwa pasangan Anies-Puan menjadi calon yang lebih memungkinkan dibandingkan dengan pasangan Anies-Ganjar.

“Tentunya alot mana yang RI 1 dan RI 2 jika Anies dan Ganjar jadi dicalonkan,” tutur Ali.

Perebutan koalisi antara Puan, Anies, dan Ganjar menjadi titik penting dalam pencalonan presiden dan wakil presiden 2024. Ali menjelaskan bahwa elektabilitas Ganjar belum tentu tinggi jika dicalonkan partai selain PDIP.

“Pemilih Ganjar beririsan dengan pemilih PDIP, belum tentu elektabilitas Ganjar bisa tinggi jika diusung bukan dari PDIP,” terang Ali.

Meskipun demikian, Ali menegaskan bahwa keputusan tetap ada di tangan Megawati sebagai sosok yang berpengaruh di dalam tubuh PDIP. Hal ini disebabkan oleh identifikasi partai PDIP yang sangat tinggi .

“Ketika Bu Mega sudah berfatwa, maka pasti konstituen mengikuti,” pungkas Ali.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.