Berita Terpercaya Tajam Terkini

Pemuda Surabaya Tolak Wacana Tunda Pemilu 2024

0
Sejumlah pemuda di Surabaya mengadakan kegiatan Ngopi atau Ngobrol Politik Indonesia di daerah Bulak Kota Surabaya pada Kamis (3/3/2022). Mereka menolak ide atau gagasan sejumlah politikus untuk menunda pemilu. (foto: istimewa)

SURABAYA – Sejumlah pemuda di Surabaya mengadakan kegiatan Ngopi atau Ngobrol Politik Indonesia di daerah Bulak Kota Surabaya pada Kamis (3/3/2022). Diskusi yang menghadirkan tokoh-tokoh seperti pengamat kebijakan publik Rusli Effendy, S.E., aktifis kepemudaan M. Redza Kusuma, S.Farm., dan Himas el Hakim, S.H., CLA., CCD. yang merupakan Koordinator Kaukus Pemuda Surabaya. Ketiga narasumber tersebut mendiskusikan soal gagasan masa depan pemuda di politik Indonesia.

Rusli sebagai tokoh senior memberikan motivasi dan wejangan bagi generasi muda untuk berani bersuara serta beraktifitas di sektor publik. “Anak muda perlu punya kemampuan intelektual, bermental independen, bergerak seperti aktifis, dan berintegritas serta moralis agar Indonesia punya banyak stok pemimpin berkualitas” pungkas Cak Rusli.

Aktifis kepemudaan yang juga pembina Gema Keadilan Surabaya, Moch. Redza Kusuma juga menegaskan pentingnya melek hukum bagi anak muda. Hal ini disebabkan politik menyangkut hajat hidup orang banyak termasuk anak muda. “Agar bisa berdampak, pemuda harus punya pemikiran terbuka, berjejaring, dan membiasakan beraktifitas di masyarakat,” tutup tokoh muda yang akrab dipanggil Mas Redza.

Diskusi terakhir disampaikan oleh Cak Hakim yang setia mengawal raperda kepemudaan baik di Jatim maupun Surabaya. Advokat muda yang menekuni hukum kenegaraan dan konstitusi ini menegaskan, “anak muda harus tetap vokal mengawal negara ini dengan politik gagasan dan politik pemberdayaan”. Arek suroboyo ini juga berujar, “wacana penundaan pemilu atau presiden tiga periode contohnya, harus ditolak anak muda agar akal-akalan elit oligarkis tidak macam-macam dengan konstitusi terlebih Pancasila!” kata Cak Hakim terkait isu politik nasional terkini.

Agenda diskusi yang dimoderatori oleh Sekjen Gema Keadilan Surabaya Wildan Nurrohmah, S.Sos. ini ditutup dengan keseriusan anak muda Surabaya untuk mengawal politik gagasan konstitusional dengan menolak tunda pemilu serta turut uaktif di masyarakat sebagai bentuk konkret politik pemberdayaan.

(bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.