Berita Terpercaya Tajam Terkini

Pembelian Tiket MotoGP Mandalika Sepi, Ahli Pariwisata Sarankan Pemerintah Lakukan “6 Quick Win”

0
Taufan Rahmadi saat meninjau sirkuti MotoGP Mandalika, Lombok, NTB, Februari 2022 lalu. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Pemerintah khususnya Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menjadi sorotan. Pasalnya, pembelian tiket ajang MotoGP Mandalika terbilanng sepi. Solusinya, Pemprov NTB memaksa ASN untuk membeli tiket MotoGP Mandalika. Kebijakan tersebut dinilai bentuk kegagalan pemasaran pemerintahnya khususnya pengelola Sirkuit MotoGP Mandalika. Dari target 60.000an tiket yang terjual baru 20.000an ribu.

Menanggapi hal tersebut, ahli strategi pariwisata Taufan Rahmadi mengatakan bahwa yang harus dilihat bukan pada apakah wajib tidaknya ASN membeli tiket. Menurutnya, barometer kesuksesan MotoGP Mandalika yang terpenting adalah mampu membangkitkan sektor pariwisata.

“Jadi ada nilai ekonomi, PAD, devisa yang berhasil untuk diraih. Karenanya, kebijakan-kebijakan yang harus diambil adalah menitikberatkan kepada bagaimana menghadirkan wisatawan, baik domestik ataupun mancanegara ke Lombok,” ujar Taufan Rahmadi kepada cakrawarta.com, Rabu (2/3/2022).

Jadi apa yang harus segera dilakukan oleh pemerintah? Taufan Rahmadi mengajukan Program “6 Quick Win“. Pertama, pihak maspakai Garuda Indonesia tidak hanya mengadakan extra flight tetapi juga memberikan diskon ekstra khusus penerbangan ke Lombok dari semua originasi pada saat momentum MotoGP.

“Langkah ini harus pula diikuti oleh maskapai penerbangan swasta lainnya,” imbuh founder Temannya Wisatawan itu.

Selain itu, langkah kedua, Taufan mendesak pemerintah untuk mempercepat kebijakan “No Karantina dan Visa On Arrival” di semua pintu masuk kedatangan internasional sehingga antusiasme turis mancanegara meningkat.

Langkah ketiga, Taufan meminta penerintah dalam hal ini Pemprov NTB memastikan tegaknya pengawasan yang ketat terhadap harga-harga layanan wisata yang dianggap menyalahi aturan Pergub Nomor 9 Tahun 2022.

Adapun langkah keempat, Taufan menilai perlu adanya kolaborasi lintas kementerian dan kelembagaan seperti Kemenparekraf, Kemenlu, KBRI, dan lembaga terkait untuk membantu promosi Lombok dan MotoGP di originasi negara terdekat seperti Australia yang sudah membuka border-nya untuk wisatawan mancanegara.

Menurut alumnus hubungan internasional Universitas Airlangga, Presiden Joko Widodo juga bisa menginisiasi misalnya gerakan “MotoGP Mandalika For World Peace”.

“Gerakan ini penting diinisiasi sebagai sebuah upaya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa MotoGP bukan sekedar berbicara tentang sport tourism tetapi juga bicara nilai-nilai universal, nilai-nilai kemanusiaan dan juga perdamaian,” tegas Taufan.

Terakhir, pemerintah juga harus melalukam upaya maksimal untuk memperkuat kerjasama dengan para pelaku industri baik di dalam negeri ataupun dengan agen-agen perjalanan internasional sehinggakedatangan turis dapat terus ditingkatkan sekaligus memiliki multiplier effects pada sektor ekonomi lain yang sempat lesu akibat pandemi.

(bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.