Berita Terpercaya Tajam Terkini

Pakar: PMK Pada Sapi Berpotensi Menular Pada Hewan Berkuku Belah Lainnya!

0
Guru Besar Universitas Airlangga Prof. Dr. Mustofa Helmi Effendi, drh., DTAPH
Prof. Dr. Mustofa Helmi Effendi, drh., DTAPH tengah menyampaikan orasi ilmiahnya saat dirinya dikukuhkan sebagai guru besar pada Rabu (6/5/2021) lalu yang bertempat di Ruang Garuda Mukti Kantor Manajemen Universitas Airlangga, Surabaya. (foto: istimewa)

SURABAYA –  Masyarakat diminta lebih hati-hati dan terus meng-update informasi karena ternyata terdapat potensi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari sapi ke spesies hewan lainnya, yakni spesies hewan berkuku belah. Demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Prof. Dr. drh. Mustofa Helmi Effendi, DTAPH.

Namun menurut Prof Helmi -sapaan akrabnya- penularan tersebut akan mengakibatkan berkurangnya tingkat patogenitas pada spesies hewan lainnya sehingga tingkat gejala yang dirasakan pun akan semakin rendah.

“Jadi prinsipnya, virus PMK ini dapat menyerang seluruh hewan yang berkaki belah, yang berkuku belah, berkuku genap. Contoh sapi, domba, kambing, babi, rusa. Jadi semua hewan berkuku belah, dapat terserang virus PMK ini,” ujar Prof Helmi, Jumat (20/5/2022).

Namun, sambungnya, kemungkinan virus tersebut menyerang spesies hewan lain termasuk kecil. Hal tersebut dikarenakan strain virus yang menyerang sapi, kemungkinan berbeda dengan strain virus yang menyerang domba dan hewan lainnya. Sehingga walaupun tetap berpotensi menular, tingkat keganasan virus itu akan semakin rendah.

“Sapi kalau sudah terserang virus PMK, maka virus ini diasumsikan memiliki strain tertentu yang punya kemampuan menyerang sapi. Maka strain tertentu ini untuk menyerang hewan lain kemungkinannya sedikit, berkurang keganasannya. Jadi kalau sudah menyerang sapi, dia ini mampu sebenarnya menyerang domba tapi keganasannya turun karena beda strainnya,” jelasnya.

Mengenai faktor-faktor transmisi, Prof Helmi menjelaskan bahwa sistem penyebarannya sama seperti penyebaran pada biasanya. Termasuk di antara faktor-faktor tersebut ialah penyebaran melalui udara, melalui kontak fisik, dan melalui kendaraan.

“Penularannya sama. Prinsip transmisinya adalah aerosol atau infeksi melalui udara. Yang kedua lewat kontak, yang ketiga lewat vehicle. Yang paling penting adalah airborne infection, infeksi melalui udara. Ini yang bisa penularannya cepat,” tandasnya mengakhiri penjelasannya.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.