Berita Terpercaya Tajam Terkini

Pakar: Pengendalian Penyakit Oleh Peternak Di Indonesia Masih Minim!

0
penggunaan kandang free cadge di Indonesia
Salah satu metode perkandangan ternak ayam petelur di Indonesia adalah free cadge. Peternak di Indonesia dinilai masih minim dalam melakukan pengendalian penyakit terhadap ternak mereka. (foto: istimewa)

 

BANYUWANGI – Kebutuhan pemenuhan protein dari telur ayam yang terus meningkat di Indonesia. Itu mendorong penggunaan jenis kandang yang efektif dan efisien untuk pertumbuhan ayam layer.

Berbagai jenis kandang yang digunakan mulai tipe kandang umbaran dan baterai, baik yang bersifat terbuka maupun tertutup. Namun, tak dimungkiri masih ada beberapa peternak yang kurang bertanggung jawab untuk pengelolaan manajemen kandangnya.

Pakar peternakan Bodhi Agustono mengungkapkan bahwa beberapa peternak terindikasi belum maksimal dalam mengoptimalkan kesejahteraan hewan, terutama pada kandang. Salah satu jenis kandang yang sering menjadi sorotan adalah kandang baterai pada peternakan ayam layer.

Permasalahan utama penggunaan kandang baterai di Indonesia adalah tanggung jawab peternak dalam mengelola kandangnya. Kondisi kandang yang lebih bersih akan membuat kehidupan ayam petelur lebih aman dan nyaman di dalamnya. Sehingga kesejahteraannya akan terpenuhi.

“Beberapa peternak yang memakai kandang baterai yang sering di-close up yaitu peternak yang tidak bertanggung jawab dalam membuat nyaman ayamnya,” kata Bodhi pada media ini, Sabtu (17/9/2022) pagi.

Bodhi menuturkan bahwa dibandingkan dengan kandang umbar, terdapat kelebihan tertentu pada kandang baterai. Salah satunya, memastikan telur tetap infertil dengan mencegah adanya infiltrasi ayam jantan yang mengawini ayam petelur betina produktif. Selain itu, kandang baterai lebih memudahkan peternak dalam memantau kesehatan individu ayam tersebut.

“Mengontrol ayam akan lebih mudah dan insentif. Akan lebih perhatian bagi masing-masing ayamnya,” tuturnya.

Dosen kedokteran hewan Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam Banyuwangi tersebut menyebutkan karena peternak di Indonesia belum disiplin dalam melakukan pengendalian penyakit pada sistem kandang lapangan. Karena itu, penggunaan kandang free cadge hanya dapat dilakukan oleh sumber daya manusia terlatih yang dipantau tenaga kesehatan hewan professional.

Budidaya layer dengan sistem free cadge dilaksanakan atas dasar kesejahteraan hewan. Sehingga dalam praktiknya, harus memenuhi lima prinsip kebebasan dalam konsep kesejahteraan hewan.

“Pengendalian penyakit yang dilakukan peternak di Indonesia masih sangat minim,” sebut Bodhi.

Selain konsekuensi pengendalian penyakit, hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah salah modal yang lebih besar. Sehingga produktivitas peternak ayam layer menengah ke bawah menjadi kurang efisien bagi produktivitas industri mereka.

“Berarti sudah memiliki modal lebih besar daripada menggunakan kandang baterai,” jelasnya.

Jika dibanding antara penggunaan kandang baterai dan free cadge. Keduanya memiliki persamaan angka pada indikator tingkat kenyamanan dan kebutuhan yang dirasakan ayam.

“Dilihat dari Indikator tersebut, nilai enzim stress indicator yang didapatkan itu sama antara yang berada di kandang baterai maupun free cadge,” ungkapnya.

Dengan demikian, pemilihan jenis kandang tersebut menyesuaikan modal dan kebutuhan pasar dari peternak. Keduanya dapat tetap digunakan dengan tanggung jawab penuh peternak dalam merawat dan memenuhi kebutuhan ayam hingga masa afkir tiba.

“Yang terpenting adalah tanggung jawab peternak. Mulai kebersihan, ketersediaan pakan, pencegahan,hingga pengobatan penyakit perlu dimaksimalkan,” tandasnya.

(pkip/bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.