Berita Terpercaya Tajam Terkini

Pakar Nilai Masyarakat Keliru Tanggapi Pesan Presiden Jokowi Terkait Lepas Masker

0
Jika ada kerumunan seperti ini walau di luar ruangan pakar epidemiologi Dr. dr. Windhu Purnomo menilai masyarakar tetap wajib masker bukan melepasnya. Pernyataan itu disampaikan seusai dirinya melihat masyarakat dinilainya keliru memahami pesan dalam Pidato Presiden Joko Widodo terkait pelonggaran pemakaian masker beberapa waktu lalu. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Pakar Epidemiologi Dr. dr. Windhu Purnomo, MS., menyebutkan bahwa masyarakat keliru memahami pesan Presiden Joko Widodo terkait pelonggaran pemakaian masker beberapa waktu lalu. Menurutnya, kini di masyarakat yang terbangun justru anggapan bahwa di luar ruangan sudah bebas masker.

“Padahal, Presiden Jokowi menyampaikan bahwasanya pelonggaran masker diperbolehkan bila tidak berkerumun. Khususnya tidak diperbolehkan bagi masyarakat yang rentan terkena Covid-19. Atau orang yang sedang sakit seperti batuk, pilek, dan gejala yang menunjukan penyakit Covid-19 harus memakai masker. Baik di dalam maupun luar ruangan,” ujar epidemiolog Universitas Airlangga tersebut, Kamis (26/5/2022).

Windhu berharap para pihak terkait seharusnya menambahkan narasi terutama yang menginformasikan jika di dalam ruangan atau tempat tertutup maupun transportasi publik tetap masih wajib memakai masker. Misalnya di sekolah, rumah ibadah, kantor, dan pabrik.
Sementara di luar ruangan, sebaiknya ada narasi yang lain. Yang mengisyaratkan, penggunaan masker di luar ruangan tetap dianjurkan. Dalam kondisi tertentu, tidak berkerumun atau ada kepadatan, diperbolehkan membuka masker di luar ruangan.

“Kalau orang lebih suka pakai masker ya tetap lakukan. Jadi, seharusnya penggunaan narasinya berupa anjuran. Nah, sayangnya narasi tersebut tidak ada ketika Presiden mengumumkan itu,” imbuhnya.

Menurut Windhu, masyarakat bisa tidak memakai masker ketika olahraga, makan, bersepeda dan kegiatan lainnya yang tidak menunjukan adanya kerumunan. Namun, kelompok masyarakat yang rentan tetap wajib menggunakan masker. Termasuk orang yang sedang sakit.

“Namun, ketika narasi tersebut disampaikan, orang yang sakit batuk pilek seolah-olah diperbolehkan keluar ruangan meski menggunakan masker. Padahal, awal pandemi kita menggolongkannya ke dalam kasus suspect,” tuturnya.

Windhu memaparkan golongan yang suspect tersebut yaitu orang yang memiliki gejala influenza like illness (ILI). Selama statusnya belum diketahui, positif atau negatif, mereka harus melakukan karantina mandiri di rumah, tidak boleh berkeliaran di ruang publik terbuka meski memakai masker.

“Gejala ILI itu ya batuk, pilek, demam dan lain-lain. Kalau ada gejala itu berarti dia termasuk suspect,” tegas Windhu mengakhiri pemaparannya.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.