Berita Terpercaya Tajam Terkini

Momentum Harkitnas, Elemen Masyarakat Boyolali Deklarasi Cinta Damai

0
Dandim 0724/Boyolali Letkol Arm Ronald F Siwabessy disaksikan pimpinan ormas, tokoh agama dan kelompok bela diri menandatangani ikrar dan deklarasi cinta damai bersama sejumlah ormas, kelompok bela diri dan tokoh agama di Mapolres Boyolali, Jumat (20/5/2022 ). (foto: istimewa)

 

BOYOLALI – Dandim 0724/Boyolali Letkol Arm Ronald F Siwabessy menghadiri kegiatan ikrar dan deklarasi cinta damai sejumlah ormas, kelompok bela diri dan tokoh agama di Mapolres Boyolali, Jumat (20/5/2022 ).

Ikrar sekaligus memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Sejumlah ormas yang nampak hadir antara lain, Pemuda Pancasila, Serdadu Seto Militan, Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), FKUB, Perwakilan kelompok beladiri antara lain, PSHT, PSHW, PS IKS, Tapak Suci, Perisai Diri dan Pagar Nusa.

Tokoh masyarakat sekaligus sesepuh masyarakat Boyolali, Seno Kusumoarjo dalam sambutannya sangat mendukung terselenggaranya acara tersebut. Pendekatan melalui Deklarasi Cinta Damai sangat bagus dan diharapkan membawa hasil yang baik pula kedepan.

“Ini bagus memanfaatkan momen Hari Kebangkitan Nasional. Bahkan, lebih bagus lagi bisa digelar rutin sebulan atau tiga bulan sekali,” ujar Seno.

Tuan rumah pun bisa digilir, misal Pemuda Pancasila nanti jadi tuan rumah. Lalu bergantian misalnya SS Militan, PSHT dan seterusnya. Sehingga tindak lanjut dari pertemuan seperti ini disepakati bersama.

Diharapkan semua elemen bisa hadir dan terjadi komunikasi yang hangat. Sehingga tidak terjadi gesekan antar elemen dan tercipta kerukunan masyarakat Boyolali. Untuk menghindari terjadinya gesekan antar perguruan silat, bisa digelar kejuaraan silat terbuka.

“Sehingga antar perguruan silat muncul persaingan sehat dan positif,” imbuh Seno.

Ditambahkan Seno, seni bela diri diciptakan dengan dilandasi semangat nasionalisme. Tiap seni bela diri, didalamnya ada semangat persatuan dan kesatuan.

Sementara itu, Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin mengatakan situasi kamtibmas di Boyolali secara umum aman dan terkendali. Hal tersebut bisa dicapai dengan menjaga dan memelihara kamtibmas di masyarakat.

“Namun dari aspek kamtibmas ada hal-hal yang perlu kita siapkan untuk antisipasi kemungkinan meningkatnya potensi gangguan kamtibmas,” ucap Asep.

Karena meningkatnya aktifitas dan frekuensi kegiatan masyarakat di berbagai bidang, maka kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas pun turut meningkat.

(kemplu/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.