Berita Terpercaya Tajam Terkini

Menko PMK Muhadjir Apresiasi Upaya KBPII dan Konsorsium Koperasi Pangan Bentuk Gerakan Ketahanan Pangan

0
Staf Khusus bidang Hukum dan Kerjasama Internasional Dr. Rohman Budijanto, S.H., M.H saat membacakan sambutan mewakili Menko PMK Muhadjir Effendy dalam Konferensi Ketahanan Pangan KBPII pada Jumat (5/8/2022) di Jakarta. (foto: ahmad mansur toha)

 

JAKARTA – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengajak semua pihak untuk mengatasi masalah ketersediaan pangan, masalah Stunting dan peningkatan gizi untuk meningkatkan SDM Indonesia di masa depan.

Dalam sambutan pada Konferensi Ketahanan Pangan yang digagas Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII), Jumat (5/8/2022), Menko PMK yang dibacakan Staf Khusus bidang Hukum dan Kerjasama Internasional Dr. Rohman Budijanto, S.H., M.H menegaskan bahwa SDM Indonesia tidak boleh tertinggal dari negara lain karena kekurangan pangan dan gizi.

“SDM Indonesia tidak boleh tertinggal dibandingkan dengan negara lain karena masalah pangan pokok dan tidak tercukupinya gizi untuk anak dan untuk Ibu yang mempersiapkan kehamilan atau sedang hamil,” ujar Muhadjir.

Oleh karena Muhadjir mengajak semua pihak bekerja keras untuk menurunkan stunting yang ditargetkan turun sampai 14 % pada tahun 2024.

Menko PMK juga menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun kemandirian pangan. “Kemandirian pangan sangat penting, maka sekali lagi saya mengajak kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan sekecil apa pun untuk menanam, agar dapat berproduksi untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ujar Muhadjir.

“Jangan sampai ada lahan yang kosong, tanamlah sayur-sayuran dan buah-buahan, yang dapat dimanfaatkan untuk asupan gizi anak kita. Kita menanam di manapun bisa tumbuh dan bisa kita panen,” tambah Muhadjir.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, memiliki tanah yang subur, sumber daya alam dan sumber pangan yang beragam, sehingga mestinya kita mampu memenuhi kebutuhan pangan secara berdaulat dan mandiri, atau tidak tergantung pada negara lain.

Kemandirian tersebut, utamanya pada pangan pokok, dengan terus menggalakkan upaya peningkatan penganekaragaman pangan, agar tercukupi kebutuhan gizi keluarga dan masyarakat, berbasis pada potensi sumber daya lokal. “Pangan lokal perlu terus untuk digalakkan kepada masyarakat, mengingat banyak pangan lokal sangat beragam yang tumbuh di bumi pertiwi ini,” tambahnya.

Menko PMK juga menyatakan, anak-anak adalah penentu wajah masa depan Indonesia. Kalau anak-anak sehat, cerdas, dan berakhlak mulia, maka bangsa Indonesia akan dapat bersaing dengan negara lain.

“Namun jika anak-anak kita masih banyak yang stunting, gizinya tidak baik, sekolahnya tidak sampai minimal pendidikan menengah, maka sulit bagi kita ke depan untuk bersaing dengan negara-negara maju,” ucapnya.

Sinergi Dengan Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut dipakai oleh Menko Muhadjir untuk mengajak Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia untuk bersinergi bersama Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan seluruh komponen masyarakat untuk menurunkan angka stunting beserta seluruh akar masalahnya dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia.

“Generasi penerus bangsa yang berkualitas. Ini harus betul-betul harus kita siapkan dengan baik,” tambahnya.

Keluarga, menurut Mantan Mendikbud ini memiliki peran penting dalam mewujudkan kemandirian pangan pokok, karena keluarga merupakan unit terkecil di dalam masyarakat.

“Untuk ketahanan pangan mulailah dari keluarga, dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami buah, sayuran, umbi-umbian dan lain sebagainya termasuk ternak dan ikan, jika memungkinkan, sehingga akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beranekaragam secara terus menerus, guna pemenuhan gizi keluarga”.

Muhadjir juga meminta kepada Konsorsium Koperasi Ketahanan Pangan, sebagai soko guru perekonomian agar dapat menampung hasil tanaman masyarakat, sehingga roda perekonomian akan terus menguat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Konferensi Ketahanan Pangan yang digagas Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia menghimpun berbagai elemen seperti Koperasi, Buruh, LSM, Bumdes dan Komunitas UMKM produsen pangan menyepakati gerakan ketahanan pangan.

Seusai konferensi dan deklarasi ketahanan pangan dan akan berkeliling kepada stakeholder dan melakukan deklarasi dan gerakan kesadaran ketahanan pangan di berbagai daerah.

(ahmad/bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.