Thursday, February 22, 2024
HomePolitikaNasionalMenhub: Arus Mudik 2017 Lebih Baik Dari Tahun Lalu

Menhub: Arus Mudik 2017 Lebih Baik Dari Tahun Lalu

FMB 9 cakrawarta
Suasana Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, hari ini, Kamis (6/7/2017). (Foto: ksp)

JAKARTA – Kerja keras pemerintah dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017 dinilai berhasil. Hal tersebut bisa terlihat dari makin terkendalinya arus mudik dan balik selama momen lebaran tahun ini bila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu yang sempat heboh terutama karena pembukaan perdana jalan tol Brebes Exit (Brexit).

Kesuksesan tersebut, menurut Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi selaku koordinator penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini.

“Alhamdulillah kita dapat laksanakan amanah Presiden Joko Widodo. Saya selalu sampaikan pesan Presiden agar jangan ada ego sektoral. Filosofi tersebut kami terapkan dan didukung oleh mitra kerja kami,” kata Menhub dalam diskusi media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Untuk itu, Menhub menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017 ini sehingga berjalan lancar.

“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Kementerian Perhubungan, instansi lain seperti Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Korlantas Polri, BMKG, Basarnas, asosiasi, serta para operator sarana dan prasarana transportasi, atas kerja sama dan partisipasi aktifnya dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini,” tuturnya.

Tidak hanya dari sisi pemerintah, Menhub Budi juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, khususnya pemudik, yang mau menaati imbauan dari pemerintah agar mengatur waktu mudik, serta media massa yang telah membantu menyosialisasikan kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017 kepada masyarakat.

Dalam diskusi media FMB9 ini, Menhub menjelaskan bahwa ada sejumlah evaluasi mendasar yang telah dilakukan oleh pihaknya. Pertama, adanya rencana membuat Undang-Undang transportasi yang berkaitan dengan antarmoda, sehingga diharapkan manajemen mudik di tahun-tahun berikutnya lebih baik lagi.

Kedua, berkaitan dengan transportasi. Untuk mudik tahun ini, tercatat adanya pertumbuhan yang baik di sektor transportasi udara, yakni sebesar 12%, yang sudah terjadi selama dua tahun berturut-turut. Selain menandakan keberhasilan di sektor transportasi udara, menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan masyarakat untuk menggunakan transportasi udara.

Sementara di sektor laut, Menhub mengaku terjadi stagnansi. Oleh karena itu, untuk jarak jauh, pihaknya akan mengoptimalkan hanya untuk keperluan logistik. Sedangkan untuk jarak pendek, akan dikoordinasikan dengan PT Pelni dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk meningkatkan pergerakan kapal.

Untuk sektor darat, dalam kesempatan tersebut Menhub menggarisbawahi mengenai angkutan sepeda motor dan bus. Data Kemenhub mencatat bahwa angkutan sepeda motor pada mudik tahun ini naik hingga 20%. Karenanya, ke depan kendaraan roda dua tersebut akan diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas.

Untuk moda angkutan bus, pihak Kementerian Perhubungan akan membuat angkutan roda empat tersebut dengan kualifikasi yang lebih premium, termasuk juga terminalnya, sehingga pelayanannya akan lebih bagus.

Sektor perkeretaapian juga menjadi perhatian Menhub Budi. Dirinya mengaku pelayanan tahun ini sudah baik dan peminatnya banyak, di mana terjadi pertumbuhan sebesar 40%. Namun demikian hal tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan sarana.

“Lebaran mendatang, rangkaian kereta api akan ditambah lebih banyak lagi,” tandas Menhub Budi.

PUPR: Pembukaan Jalan Tol Darurat Efektif Memecah Kemacetan

Sementara itu, dari sisi infrastruktur, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa kehadiran jalur tol darurat di beberapa titik ruas jalan dan empat fly over (jalan layang) efektif dalam memecah kemacetan arus mudik dan arus balik.

“Kehadiran tol darurat pada arus mudik lebaran banyak memberikan manfaat kepada para pemudik, terutama dalam memecah beberapa titik kemacetan akibat penumpukan kendaraan pemudik,” kata Menteri Basuki yang juga turut hadir dalam FMB 9 tersebut.

Adapun keempat fly over perlintasan kereta tersebut berada di Klonengan, Dermoleng, Kretek, dan Kesambi, yang berada pada ruas jalan Tegal-Purwokerto yang menghubungkan jalur pantai utara (pantura) Jawa melalui lintas tengah menuju ke jalan lintas selatan Jawa.

Menurut Menteri PUPR, keberadaan fly over tersebut dapat mempercepat waktu tempuh para pemudik. Jika biasanya waktu yang dibutuhkan adalah 14-16 jam untuk melintasi keempat perlintasan kereta tersebut, kini waktu tempuhnya semakin singkat yakni antara 5-6 jam saja.

Secara umum, tambahan empat flyover dan juga ruas tol darurat sepanjang 337 Km di Pulau Jawa dan 65 Km di Pulau Sumatera serta kondisi jalan nasional yang mantap, dinilai mampu membuat arus mudik tahun ini berjalan dengan sangat baik.

Setelah selesainya penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017, Kementerian PUPR akan merampungkan pengerjaan tol darurat tersebut, sehingga pada musim mudik Lebaran tahun depan sudah bisa dilalui para pemudik dengan aman dan nyaman, terutama untuk ruas tol darurat Trans Jawa dari Brebes Timur hingga Gringsing sepanjang 110 Km.

Selain itu, Menteri Basuki juga mengaku akan mengkaji rencana pembangunan jalan layang baru lainnya yang bertujuan untuk memperlancar arus mudik pada tahun depan, di antaranya adalah jalan layang Nagreg dan Limbangan.

Korlantas Polri: Angka Kecelakaan Turun

Sedangkan dari sisi manajemen lalu lintas, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Royke Lumowa yang juga turut hadir menyatakan bahwa untuk tahun ini, baik arus mudik mau pun arus balik, berjalan dengan lebih baik, aman, dan nyaman. Salah satunya bisa terlihat dari adanya penurunan jumlah kecelakaan dan korban kecelakaan.

Data Korlantas mencatat, terjadi penurunan jumlah kecelakaan sebesar 30,4%, yakni dari 4.551 kecelakaan pada tahun 2016 menjadi 3.168 kecelakaan pada tahun 2017.

Sementara, pada jumlah korban kecelakaan juga terjadi penurunan, baik dari jumlah korban meninggal, korban luka berat, dan korban luka ringan. Korban meninggal pada tahun ini turun sebesar 41,2% atau dari 1261 orang menjadi 742 orang; korban luka berat turun sebesar 40,2% atau dari 1148 orang menjadi 687 orang; dan korban luka ringan turun sebesar 23,4% atau dari 5.697 orang menjadi 4.366 orang.

“Untuk tahun ini, baik arus mudik maupun arus balik berjalan dengan lebih baik, aman dan nyaman. Indikator utamanya jelas, angka kecelakaan turun. Semoga ke depan lebih baik lagi,” tandas Royke Lumowa.

(jr/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular