Berita Terpercaya Tajam Terkini

Masih Ingat Beasiswa Bidik Misi? Kini, 5 Alumninya Bikin Program Serupa Untuk Anak SMA

0

 

SURABAYA – Beasiswa Bidik Misi yang pernah dicetuskan sejak era Susilo Bambang Yudhoyono boleh tak ada atau berganti nama, tetapi dampak dari program tersebut masih terasa dan bahkan akan terus dirasakan masyarakat tak mampu di Indonesia. Semuanya bermula dari diskusi cangkru’an dari 5 orang penerima beasiswa Bidik Misi Universitas Airlangga yang tergabung dalam AUBMO (Airlangga University Bidik Misi Organization).

Mereka berlima itu adalah Andika Kelana Putra, Daris Ilma, Zainatul Ilmiyah, Muhammad iqbal, dan Vivi Nur Khomsati yang telah selesai studi dan telah berkiprah di tempat masing-masing tapi tak ingin kehilangan momentum kepedulian yang mereka rasakan selama berkuliah. Merekapun bersepakat membuat program beasiswa untuk anak-anak SMA bernama ‘’Dari Alumni untuk Negeri’’

“Sudah sejak jadi mahasiswa, emang udah kepengen banget punya wadah yang bisa mewujudkan keinginan untuk do something di dunia pendidikan. Gimana-gimana kami bisa kuliah karena bener-bener terbantu sama Bidik Misi. Jadi ya kaya natural aja punya keinginan bikin hal serupa untuk adek-adek SMA,” ujar Andika Kelana Putra kepada cakrawarta.com, Kamis (27/1/2022) melalui sambungan telepon.

Menurut pria asal Yogyakarta itu, program beasiswa para alumni Bidik Misi Unair itu memang bertujuan mengurangi angka pelajar yang putus sekolah di tingkat SMA sederajat karena faktor biaya. Melalui program ini, menurut Andika, alumni penerima Bidik Misi Unair berkomitmen mengantarkan penerima beasiswa hingga bisa lanjut kuliah.

“Kenapa hanya SMA? Semuanya sih kembali ke persoalan funding. Pendanaan. Ini bener-bener pilot project yang masih sederhana. Dan dananya juga murni dari para alumni Bidik Misi Unair sendiri yang sekiranya mau ikutan. Bantuan dana yang kami kasih juga lebih ke support system untuk menunjang kelancaran. Wong masih di angka 500ribu per bulan kok,” papar alumnus Hubungan Internasional Unair itu.

Selanjutnya mengenai teknis pelaksanaan program beasiswa, Andika mengatakan bahwa setiap batch program ini tidak pernah mematok target banyaknya penerima beasiswa. Alasannya, menyesuaikan jumlah donatur yang masuk.

“Dari segi donatur kan ada dua jenis, ada yang hanya sekali, ada yang subscribe per bulan. Tetapi kalau donatur mau berhenti atau ada apa, itu juga ya bebas, kita tidak memaksa. Tapi kita tetap berharap donaturnya bertambah sehingga semakin banyak juga pelajar yang terbantu,’’ harap pria yang kini juga berkarier sebagai penyanyi di grup Nasyid IVO Acapella itu.

Andika sendiri menegaskan bahwa penerima program beasiswa mereka adalah anak-anak SMA yang kurang beruntung tapi secara akademik bagus dan punya keinginan lanjut kuliah.

“Biar bisa ngerasain nikmatnya kuliah kaya kami dulu. Alhamdulillah batch pertama udah masuk ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Memang gak harus ke Unair sih. Karena ya nasib bisa masuk kuliah dimana itu gak ada yang tau. Yang penting kalau bisa lanjut kuliah, kami seneng banget. Kami ada akun instagramnya @beasiswaaubmoalumni untuk melihat program kami. Masih baru karena memang baru berjalan juga programnya,” kata pria yang sempat mengikuti program pertukaran mahasiswa dan pemuda ke Amerika Serikat saat berkuliah itu.

Andika memaparkan rencana program beasiswa ini ke depannya. Menurut dia setelah didiskusikan dengan sesama inisiator dalam waktu dekat bisa membuka batch kedua karena yang pertama untuk tahun ini sudah ditutup.

“Kalau nanti animo pendaftar tinggi, kami mau usahakan untuk nambah donasi supaya bisa nambah kuota. Karenanya dalam rangka tujuan itu, jika memungkinkan, kami berencana kerjasama dengan pihak pengurus aktif AUBMO untuk ikut mengelola. Soalnya ini pure dikelola orang-orang yang semuanya kerja. Jadi kalau nanti makin banyak amanahnya, mau gak mau harus ditransformasikan ke sistem yang lebih baik,” pungkas Andika yang terus aktif di kegiatan filantropis walau sudah lulus kuliah.

(bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.