Berita Terpercaya Tajam Terkini

Maradona: Ketika Hakim Kena Unsur Korupsi, Harus Kemana Pencari Keadilan Menuju?

0
Hakim berintegritas penting untuk menjadi perhatiaan Mahkamah Agung ke depan
ilustrasi. (foto: gramedia)

 

SURABAYA – Pakar hukum Universitas Airlangga Dr. Maradona, S.H.,LL.M, menilai bahwa bahwa fenomena tertangkapya hakim dalam kasus suap yang terjadi belakangan ini membuktikan bahwa kondisi peradilan di Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Peran hakim yang seharusnya mengadili, justru terlibat dalam kasus suap yang merugikan salah satu pihak.

“Meski bukan yang pertama kali, namun kalau kasus ini masih terus terjadi, berarti kan menjadi permasalahan tersendiri dalam dunia peradilan kita,” jelasnya dalam keterangan yang diterima redaksi cakrawarta.com, Jumat (28/1/2022).

Maradona menegaskan apabila fenomena ini tak dapat dianggap remeh mengingat peran hakim amat vital dalam menentukan keadilan di meja hijau. Urgensitas hakim dan beberapa profesi lainnya masuk dalam pasal tersendiri dalam delik-delik suap.

“Hakim dalam hukum pidana menempati posisi yang penting, dapat dilihat pada pasal 12c undang-undang korupsi, subjek yang dituju langsung menunjuk hakim sebagai subyek pelaku,” tandas Maradona.

Kondisi tersebut, menurut Maradona, dapat dianggap merugikan bagi para pihak yang sedang bersengketa karena bagaimanapun para pencari keadilan pasti berharap hakim yang mengadili merupakan hakim yang objektif, imparsial dan adil.

“Tapi ketika ada unsur suap dan korupsi, maka mau kemana lagi para pencari keadilan tersebut menuju?” ujarnya retoris.

Karena itu, Maradona tak mengelak, kekuasaan yang besar memang diiringi dengan tendensi yang besar pula terhadap tindakan korupsi. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk menengok kembali sistem pencegahan korupsi yang dilakukan.

“Reformasi birokrasi yang dijalankan Mahkamah Agung sudah benar, tapi dengan operasi tangkap tangan yang ternyata kedapatan juga menangkap hakim, saya kira menjadi sebuah peringatan bahwa ternyata masih ada saja oknum hakim yang bisa memanfaatkan kekuasaannya di balik pihak-pihak yang bersengketa. Karena ke depan reformasi birokrasi itu diarahkan pada rekrutmen hakim yang berintegritas,” pungkas Maradona.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.