Berita Terpercaya Tajam Terkini

Libur Panjang Kasus Covid-19 Landai, Pakar Epidemiologi: Langkah Pemerintah Makin Baik!

0
Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho saat meninjau pelaksanaan vaksinasi booster di SMAN 1 Nganjuk beberapa waktu lalu. Pihak TNI dan Polri termasuk ujung tombak lancarnya program vaksinasi di berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini karena cakupan vaksinasi tinggi kasus terus melandai bahkan setelah libur panjang lebaran sekalipun. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Kebijakan pemerintah soal penanganan Covid-19 sudah lebih baik dibanding dua tahun lalu. Hal tersebut disampaikan Pakar Biostatistika Epidemiologi Universitas Airlangga Dr. Windhu Purnomo, dr., MS. kepada media, Selasa (24/5/2022).

Windhu menambahkan bahwa kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 saat ini selalu berbasis data atau informasi yang baik. Artinya, saat ini pemerintah menerapkan kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak hanya berdasar asumsi.

“Awal Covid-19 hingga satu tahun pandemi, kebijakan yang dilaksanakan pemerintah ada kalanya masih berdasar asumsi. Namun, sekarang lebih baik karena berdasar data,” ujar Windhu.

Menurutnya, berdasar data epidemiologi yang ada, tren lonjakan kasus Covid-19 juga membaik. Mengingat, beberapa tahun sebelumnya, ketika masuk libur panjang masyarakat dilarang untuk liburan.

“Dua minggu pasca-Lebaran atau hari libur panjang lain, nah itu biasanya diikuti dengan terjadinya pelonjakan kasus Covid-19,” katanya.

Pasca-Lebaran dan libur panjang, imbuh Dr. Windhu, kasus Covid-19 tahun lalu selalu naik. Itu terjadi dua minggu hingga empat minggu pasca-libur panjang tersebut. Dibanding saat ini, tentu tren tersebut berbeda. Pada libur Lebaran 2022, terjadi mobilitas penduduk yang massif yang tidak diikuti dengan lonjakan kasus.

“Memang sudah diperbolehkan mudik, asal sudah vaksin dua dosis atau yang sudah vaksin booster tanpa perlu tes antigen maupun swab. Itu membuat orang yang bepergian jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi,” papar Windhu.

Menurutnya, pergerakan manusia itu sangat luar biasa. Namun, setelah mudik Lebaran, tidak terjadi pelonjakan kasus yang signifikan. Sangat berbeda dengan tahun yang lalu, terjadi lonjakan kasus seusai libur panjang.

“Hari ini itu tidak terjadi. Ditunjukkan oleh indikator angka positivitas atau jumlah orang yang positif dibagi jumlah orang yang dites baik PCR maupun antigen yang sangat rendah,” tegasnya mengakhiri keterangannya.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.