Berita Terpercaya Tajam Terkini

Konsumsi Gorengan Berlebihan Selama Puasa, Pakar: Waspada Resiko Stroke dan Obesitas!

0
Seorang pedagang gorengan kaki lima tampak sedang menjajakan jualannya tersebut di sekitar Jalan Kalidami Surabaya, Kamis (14/4/2022) sore jelang buka puasa. (foto: bustomi/cakrawarta)

 

SURABAYA – Sejumlah penelitian dan pakar kesehatan menyarankan untuk menghindari mengonsumsi gorengan secara berlebihan karena efek keseringan makan gorengan dapat berdampak pada kesehatan.

Menurut pakar gizi Universitas Airlangga Lailatul Muniroh, makan gorengan secara berlebihan dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke, obesitas dan diabetes tipe 2.

“Walaupun tidak ada larangan mengonsumsi gorengan. Tetapi perlu diperhatikan kapan waktu konsumsinya, dan seberapa banyak,’’ tegas Lailatul Muniroh memberi peringatan, Kamis (14/4/2022).

Lailatul Muniroh memaparkan bahwa makanan yang mengandung minyak goreng memiliki kandungan lemak jenuh sehingga meningkatkan kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) atau yang dikenal sebagai lemak jahat dan menurunkan High-Density Lipoprotein  (HDL) atau lemak baik.  Hal itu memicu tingginya kolesterol yang dapat membentuk plak pada pembuluh darah arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Tak hanya itu, menurut Lailatul Muniroh, mengonsumsi gorengan berlebih juga meningkatkan resiko obesitas, karena kandungan kalori akan lebih banyak pada makanan yang digoreng.

“Obesitas sendiri sebagai salah satu faktor risiko penyakit diabetes melitus tipe dua, penyakit jantung, dan beberapa penyakit degeneratif lainnya,’’ imbuhnya.

Selain meningkatkan risiko penyakit degeneratif, tingginya lemak trans dalam makanan gorengan juga memicu masalah kesehatan kulit. Dalam hal ini, lemak trans menyebabkan kulit mudah mengalami respons inflamasi atau peradangan.

Di samping itu, dampaknya juga meningkatkan produksi sebum atau zat berminyak yang dihasilkan oleh kelenjar minyak di kulit yang berwarna kekuningan. Hal ini memunculkan banyaknya minyak dan komedo di wajah.

“Kulit menjadi lebih kusam dan berjerawat karena oksidasi dari minyak,’’ ujarnya.

Berkaitan dengan obesitas yang kerap terjadi, penderita tak jarang mengalami kulit kering serta gangguan keseimbangan hormon. Pasalnya keseringan makan gorengan juga bisa mengurangi cairan di lapisan kulit.

“Hal ini dapat memicu kondisi acanthosis nigricans yang membuat area lipatan tubuh menjadi gelap,’’ ungkapnya.

Selanjutnya, ia memperingatkan masyarakat terkait pengemasan yang dilansir dari akun instagram resmi @bpom_ri bahwa penggunaan kertas atau koran bekas sebagai pembungkus gorengan dinilai tidak aman.

“Karena adanya unsur timbal dari tinta yang dapat terlepas atau terikut ke dalam makanan. Akibat dari keracunan timbal yang masuk ke tubuh bisa mengganggu sistem saraf pusat maupun saluran cerna,” pungkasnya.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.