Berita Terpercaya Tajam Terkini

Koalisi Nasdem-Demokrat-PKS, Mungkinkah?

0

Koalisi antara Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bisa saja terjadi jika ada titik kesamaan dalam visi dan misi membangun Indonesia ke depan. Dan titik temu kesamaan ada pada isu-isu keadilan sosial yang saat ini menjadi isu tren global dalam bingkai persatuan dan kebhinekaan.

Partai Nasdem sendiri menetapkan 2 aspek dalam kepentingan politiknya di Pemilu 2024 nanti. Pertama, kepentingan strategis bangsa ke depan, yaitu memperkuat politik kebangsaan. Maka kita harus memiliki komitmen yang sama terkait politik kebangsaan kita, yaitu tentang ideologi negara, NKRI, kebhinekaan.

Kedua adalah persamaan pandangan dalam pengusungan calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024.

Partai Demokrat sendiri menyampaikan syarat partai yang berkoalisi dengan Demokrat adalah partai yang sama-sama memilki semangat melakukan perubahan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik untuk memperjuangkan nasib rakyat melalui program-program yang berpihak pada rakyat.

Sementara PKS mensyaratkan koalisi dengan partai politik (parpol) adalah menjadikan keutuhan bangsa dan negara di atas kepentingan individu, golongan dan kekuasaan. Politik yang membentangkan harapan dan rasa persatuan bukan membentangkan rasa ketakutan dan keterbelahan.

Titik kesamaan ketiga parpol tersebut tampak jelas sehingga soal koalisi tinggal soal waktu saja untuk mengumumkannya. Apalagi ketiga parpol tersebut juga memiliki ketertarikan yang sama dalam mengusung tokoh/figur yang dapat merepresentasikan visi misi mereka dalam membangun Indonesia ke depan dan tokoh tersebut adalah Anies Rasyid Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

Soal siapa pasangan Anies Baswedan tentu peluang besar ada pada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dimana AHY sebagai ikon Partai Demokrat memiliki daya tarik sendiri sebagai tokoh muda yang memiliki integritas kepemimpinan yang mumpuni. Apalagi Anies Baswedan bisa dibilang sebagai representasi dari Nasdem, sehingga akan wajar jika cawapresnya dari Demokrat yaitu AHY.

Wacana untuk menduetkan Anies Baswedan dengan AHY di Pilpres 2024 mendatang dinilai memiliki daya pikat untuk menarik dukungan dari masyarakat.

Bisa jadi duet Anies-AHY akan menjadi kuda hitam dalam Pilpres 2024 mendatang asalkan mempunyai strategi marketing politik yang pas.

Pandangan jika kelak koalisi ini terbentuk dianggap sebagai nasionalis religius itu sah-sah saja, namun yang harus dilihat adalah bahwa persoalan ideologi dalam kepentingan politik elektoral itu sangat cair, apalagi jika melihat syarat yang diajukan ketiga parpol tersebut semuanya mensyaratkan persatuan dan kebhinekaan. Syarat tersebut sangat lekat dengan figur Anies Baswedan dan AHY, dimana keduanya sama-sama tokoh yang menjunjung tinggi rasa persatuan dan kebhinekaan. Terlebih Anies Baswedan sudah membuktikannya dalam kepemimpinannya selama 5 tahun di DKI Jakarta yang mampu menjaga persatuan dan kebhinekaan bukan hanya dalam kata-kata tapi dibuktikan dengan kebijakannya selama menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Namun hasil akhir akan kembali terpulang pada ketiga parpol tersebut (jika benar berkoalisi) untuk menyandingkan Anies Baswedan dengan siapa saja yang dianggap memiliki potensi kemenangan tinggi di Pilpres 2024 mendatang.

 

AGUNG NUGROHO

Ketua Umum REKAN Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.