Berita Terpercaya Tajam Terkini

Kendalikan Harga Ternak Akibat PMK, Pakar: Indonesia Bisa Juga Impor!

0
Presiden Joko Widodo ketika meninjau Kapal Ternak Sapi Camara Nusantara 1 di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta pada Desember 2015 lalu. Menurut pakar ekonomi Unair Pakar Ekonomi Rossanto Dwi Handoyo, SE., MSi., PhD kebijakan impor sapi bisa jadi salah satu alternatif untuk kendalikan harga hewan ternak jelang Idul Adha akibat merebaknya wabah PMK di 178 daerah di Indonesia. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan di 178 kabupaten dan kota di Indonesia diprediksi akan memberikan efek samping pada harga sapi menjelang Idul Adha 1443 H. Hal tersebut disampakai Pakar Ekonomi Rossanto Dwi Handoyo, SE., MSi., PhD kepada media.

“Harga sapi saat ini terbagi menjadi dua bagian. Bagi daerah yang terindikasi terkena wabah PMK, maka harga sapi akan menurun. Sedangkan bagi daerah-daerah yang tidak terindikasi terkena wabah PMK maka harga sapi akan meningkat,” ujar Rossanto, Rabu (22/6/2022) malam.

Rossanto mengatakan bahwa masyarakat cenderung tidak percaya untuk membeli sapi pada daerah-daerah yang terindikasi terkena wabah PMK. Tentu hal ini berpengaruh pada supply dan demand sapi di suatu daerah dan mempengaruhi harga pasarnya.

“Harga sapi menjelang Iduladha 1443 H terutama mulai dua minggu sebelumnya diprediksi akan meningkat,” imbuhnya.

Selain karena demand yang akan meningkat, menurut dosen Universitas Airlangga tersebut, para peternak juga akan tetap berusaha menjual sapi-sapinya yang terdampak wabah PMK karena sampai saat ini belum ada evidence penularan PMK dari hewan kepada manusia selama daging tersebut dimasak dengan benar.

“Peternak akan tetap menjual sapi terdampak wabah PMK mereka itu dengan secara tidak melalui lembaga formal, misalnya RPH karena sapi-sapi yang masuk ke RPH ini sudah harus terstandarisasi, harus mendapat stempel kesehatan dari balai karantina hewan, dari dinas setempat,” terang Rossanto.

Namun, kembalinya harga sapi ke harga normal tetap dimungkinkan apabila pemerintah melakukan mitigasi yang optimal. Apalagi, saat ini predikat Indonesia sebagai negara bebas PMK telah dicabut.

“Pemerintah harus bisa menyediakan vaksinasi sebagai upaya mitigasi secara masif untuk mengatasi itu wabah PMK ini. Karena kalau tidak maka penyebaran akan semakin meningkat dan tentunya akan merugikan produsen dan juga masyarakat itu sendiri sebagai pembeli,” jelas Rossanto.

Rossanto juga menyarankan sejumlah solusi yang bisa dilakukan untuk mengendalikan harga sapi. Salah satunya dengan melakukan impor.

“Impor menjadi salah satu solusi untuk menjaga ketahanan pangan kita karena daging ini juga memberikan kontribusi terhadap inflasi, sehingga bisa melebar ke sektor-sektor yang lain,” terangnya.

Selain itu, revolusi industri di peternakan juga bisa dilakukan pemerintah agar wabah PMK dapat terkendali dengan baik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.