Berita Terpercaya Tajam Terkini

Kasus Varian Omicron Bertambah, Epidemiolog Pinta Pemerintah Masifkan 3 T dan Vaksinasi

0
Pakar epidemiologi Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani. (foto: cakrawarta)

SURABAYA – Sabtu (18/12/2021) Pemerintah melalui Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (Dirjen P2P) Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi menyatakan bahwa ada penambahan kasus baru varian Omicron sebanyak 2 pasien sehingga total varian Omicron di Indonesia mencapai 3 kasus.

Menariknya, pemerintah sebelumnya melalui Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan telah mencabut kebijakan pemberlakuan PPKM Level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Apalagi larangan libur akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 tidak lagi berlaku lagi khususnya non ASN.

Jika tidak hati-hati, maka dikhawatirkan Indonesia akan berada pada situasi menegangkan seperti pada periode Juli-Agustus 2021 lalu. Karenanya, redaksi cakrawarta.com menghubungi pakar epidemiologi Universitas Airlangga Laura Navika Yamani, Ph.D mengenai fenomena ini.

Menurut Laura, kemunculan varian Omicron svama halnya dengan kemunculan varian-varian lain dari Covid-19. Para peneliti di dunia terus melakukan monitoring terhadap Covid-19 secara terus-menerus termasuk munculnya varian Omicron.

“Sampai saat ini, dinyatakan varian Delta masih mendominasi. Tapi tidak menutup kemungkinan dengan penyebaran varian Omicron saat ini yang terus meningkat, dan apabila dibarengi dengan ketidakwaspadaan dan kesiapan diri kita, maka dikhawatirkan munculnya gelombang ketiga di Indonesia seperti periode Juli-Agustus lalu,” ujar Laura kepada cakrawarta.com, Sabtu (18/12/2021) sore.

Alumnus Kobe University itu menambahkan bahwa varian Omicron juga memiliki daya tular tinggi. Karenanya, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair itu meminta upaya intervensvi yang harus dilakukan baik oleh masyarakat maupun pemerintah masih sama.

“Ya kalau bicara cara mencegah masih sama dengan upaya yang selama ini kita lakukan. Mulai dari memasifkan 3T dari pihak pemerintah dan penerapakan protokol kesehatan dari masyarakat. Sinergi keduanya akan menjadi upaya pencegahan yang bagus demi menghindari munculnya gelombang ketiga,” tegasnya.

Karena itu, Laura meminta masyarakat mendukung upaya testing, tracing dan treatment (3T) dari pemerintah dengan tidak euforia dalam menanggapi kebijakan tidak diberlakukannya PPKM Level 3 dari pemerintah serta saat memang harus melakukan mobilitas di akhir tahun 2021 dan awal 2022, tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saya kira langkah sebelum semua kita hadapi adalah mempercepat distribusi vaksinasi ke seluruh wilayah Indonesia demi mencapai target herd immunity. Masyarakat juga saya harapkan bisa pro aktif mengajak keluarga, teman atau kolega yang belum vakin untuk segera vaksin. Nampaknya sederhana tapi ini menjadi penting untuk konsisten kita lakukan,” pungkas Laura.

(bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.