Berita Terpercaya Tajam Terkini

Kasus PMK Muncul Di Jatim, YLKI: Jangan Sampai Jadi Kasus Nasional, Kita Bisa Rugi Besar!

0
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pengobatan hewan ternak di Kabupaten Gresik, Sabtu (7/5/2022) lalu. Hal itu setelah munculnya kasus PMK di Jatim khususnya di Gresik. (foto: istimewa)

JAKARTA – Masyarakat Indonesia khususnya kaum muslim akan menyambut Hari Raya Kurban pada awal Juli 2022 mendatang. Ironisnya, saat ini kita dikejutkan dengan beberapa temuan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Kasus pertama virus PMK diketahui 28 April 2022 di empat daerah di Jawa Timur yakni Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyatakan bahwa dari 200 kasus PMK yang ditemukan di Jawa Timur, kasus kematiannya rendah.

“Alhamdulillah, sampai hari ini kematian sangat rendah, hanya 1,1% dari jumlah ternak yang terinfeksi virus PMK,” kata Nasrullah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/5/2022).

Namun, pandangan berbeda muncul dari lembaga yang concern terhadap perlindungan dan layanan konsumen, YLKI. Menurut Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, terkait merebaknya kasus PMK pada ternak di Jawa Timur tersebut, harus ada jaminan dari pemerintah.

“Pemerintah harus menjamin bahwa daging yang beredar di masyarakat adalah daging yang aman dan sehat. Tidak terkontaminasi oleh PMK,” ujar Tulus Abadi dalam keteranganya kepada media, Kamis (12/5/2022).

Menurut Tulus Abadi, jaminan terkait keamanan dan kesehatan daging terutama jelang perayaan Hari Raya Kurban menjadi sangat penting untuk menciptakan rasa aman pada masyarakat saat mengonsumsi daging.

“Pemerintah juga harus cepat dan tepat untuk segera mengendalikan kasus PMK. Jangan sampai harga daging di pasaran melonjak karena kasus PMK ini,” tegas Tulus.

YLKI berharap pemerintah tidak memakai jurus impor daging sehingga penanganan kasus PMK sesegera mungkin dan presisi menjadi kuncinya.

“Apalagi kalau ujung-ujungnya harus impor daging. Oleh karena itu, kasus PMK harus dilokalisir! Jangan sampai merebak ke daerah lain, apalagi menjadi wabah nasional PMK. Kerugian sosial ekonominya sangat besar, jika PMK menjadi wabah nasional pada ternak kita,” Tulus mengingatkan.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.