Berita Terpercaya Tajam Terkini

Indonesia Menuju Endemi Covid-19, Bagaimana Kesiapannya?

0
Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak melaksanakan peninjauan kegiatan Vaksinasi Serentak di Kabupaten Batubara, pada Selasa (22/2/2022) lalu. Kegiatan vaksinasi dosis pertama dan kedua telah mencapai syarat minimum 70% dan salah satu pihak yang berkontribusi pada pencapaian tersebut adalah TNI-Polri. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Lonjakan kasus covid saat dunia menuju fase endemi menjadi pertanyaan soal kesiapan Indonesia. Epidemiolog Laura Navika Yamani menyebutkan bahwa kebijakan kelonggaran protokol kesehatan bisa dimulai dengan memperhatikan status herd immunity masyarakat.

“Jadi, kebijakan pembebasan penggunaan masker itu bukan berarti bebas tanpa masker semua ya. Tapi kita juga memperhatikan dalam kondisi khusus. Misalnya, kelompok rentan atau berkegiatan di dalam ruangan yang padat orang dengan ruangan yang sempit. Jadi, tidak bisa 100% melepaskan protokol kesehatan,” ujar Laura, Kamis (16/6/2022).

Laura menjelaskan, beberapa hal yang bisa dijadikan tolok ukur pengukuran kesiapan peralihan pandemi ke endemi. Yakni, melalui rate of transmission.

“Situasi covid saat ini tidak hilang ya. Tapi, rate of transmission-nya itu kurang dari 1 yang menandakan bahwa tidak ada penyebaran. Kalau lebih dari 1, artinya masih ada penyebaran,” kata Laura.

Selain, dari penilaian rate of transmission, pemantauan data kasus covid rawat inap di rumah sakit juga harus diperhatikan. Laura juga mengatakan status imunitas masyarakat Indonesia bisa diasumsikan sudah mencapai herd immunity.

“Kita bisa asumsikan mungkin sudah mencapai herd immunity, ya dengan program vaksinasi 70% yang sudah terlewati. Bahkan booster dan data serologi pengecekan antobodi bahwa populasi kita 90% sudah memiliki antibodi,” imbuh wanita yang menyelesaikan studi doktoralnya di Kobe University Jepang itu.

Laura menegaskan bahwa masyarakat memegang peran penting dalam upaya peralihan pandemi saat ini. Hal tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan kewaspadaan gejala, penerapan protokol kesehatan, dan penguatan status imunitas dengan pemenuhan gizi seimbang.

“Kewaspadaan itu tidak hanya untuk covid, tapi segala infeksi. Peningkatan imunitas itu tidak hanya dengan vaksin ya, mungkin saat ini kita fokus pada vaksin tapi tidak tahu kedepannya kemunculan infeksi baru. Jadi, penting bagi kita mencegah hal tersebut dengan peningkatan imunitas,” tambahnya.

Laura juga menegaskan bahwa endemi ini bisa kembali menjadi wabah pandemi.

“Jadi, tetap perlu adanya surveilans kesehatan dari pemerintah,” pungkas dosen epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya tersebut.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.