Berita Terpercaya Tajam Terkini

Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, YLKI Duga Ada Praktik Kartel Minta KPPU Turun Tangan

0
Minyak Goreng Masih Tinggi, YLKI Duga ada kartel
ilustrasi. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Ketua Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi heran. Pasalnya, momentum hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah selesai, tapi harga minyak goreng masih bertengger di harga yang sangat mahal, melebihi batas kewajaran. Ia menduga ada permainan kartel dalam peristiwa ini.

“Ini artinya melambungnya harga minyak goreng, bukan karena efek Nataru. Kami menduga dengan kuat ada pihak-pihak tertentu yang mendistorsi pasar minyak goreng, khususnya yang berdimensi persaingan usaha tidak sehat, misalnya praktik kartel,” ujar Tulus Abadi dalam keterangan persnya, Jumat (14/1/2022).

Tulus menegaskan bahwa sangat tidak masuk akal dimana Indonesia sebagai negara penghasil CPO terbesar di dunia, tetapi harga minyak goreng sangat mahal dan pemerintah nampak tidak mampu mengendalikannya.Karenanya, terkait adanya dugaan permainan kartel dalam kasus melambungnya harga minyak goreng ini YLKI mendesak KPPU untuk bicara dan bertindak, melakukan investigasi soal struktur pasar minyak goreng di Indonesia.

Menurut Tulus, temuan KPPU pada era sebelumnya menunjukkan ada praktik kartel yang difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan pada pasar minyak goreng. Dan waktu itu Kementerian Perdagangan marah besar atas simpulan KPPU tersebut.

“Jika sampai KPPU sendiri tidak mampu membongkar fenomena praktik kartel di pasar minyak goreng, YLKI sangat meragukan kinerja dan efektivitas KPPU sebagai wasit dalam persaingan dan keadilan pasar,” tegas Tulus mengakhiri pernyataannya.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.