Tuesday, February 27, 2024
HomeBerita AllGuna Perkuat Pertahanan Keamanan, Armada Tempur Indonesia Dinilai Perlu Dimekarkan

Guna Perkuat Pertahanan Keamanan, Armada Tempur Indonesia Dinilai Perlu Dimekarkan

ilustrasi. (foto: istimewa)
ilustrasi. (foto: istimewa)

JAKARTA – Situasi bangsa dinilai semakin mengkhawatirkan dan mengarah pada perpecahan akibat dari ‘pengaruh’ asing. Karenanya Pemerintah diminta untuk bisa belajar dari sejarah kejayaan masa lalu bangsa ini. Sebagai contoh kebesaran Kerajaan Majapahit yang mampu menjadikan Nusantara sebagai Negara Maritim yang disegani dunia dengan memiliki lima pusat pangkalan armada untuk menjaga luasnya lautan Nusantara seperti tergambar dalam peta Majapahit Navy Fleet. Masing-masing pangkalan armada Kerajaan Majapahit itu dipimpin oleh seorang Laksamana. Demikian disampaikan pengamat politik dan pertahanan keamanan Rahman Sabon Nama kepada redaksi cakrawarta.com, Senin (30/1/2017) siang.

Dari pengamatan alumnus Lehmanas RI tersebut, Indonesia saat ini sedang menghadapi beragam permasalahan bangsa yang mengancam NKRI, rapuhnya ketahanan nasional tetapi hanya memiliki dua pangkalan armada TNI AL yakni armada tempur Kawasan Barat dan armada tempur Kawasan Timur.

“Untuk mewujudkan komitmen Indonesia Poros Maritim Dunia maka diperlukan komitmen dan ikhtiar yang sungguh-sungguh dari pemerintahan Joko Widodo atas situasi ini. Sejarah telah mengajarkan maka penting belajar darinya,” ujar Rahman Sabon Nama.

Janji kampanye di 2014 dari duet Jokowi-JK sebagaimana termaktub dalam Program Nawacita menurut Rahman, diperlukan dukungan penuh Presiden dengan meningkatkan kekuatan ketahanan nasional sehingga mampu menangkal setiap kecenderungan masuknya hegemoni kekuatan asing untuk menguasai sumber daya alam dikawasan Barat dan kawasan Timur Indonesia.

“Kini China, Amerika Serikat (AS), Australia diduga sedang cawe-cawe memanfaatkan elit tertentu dalam Pemerintah dengan mencoba membuat gaduh dalam negeri dengan mengadu domba rakyat Indonesia terkait isu SARA dan kebhinnekaan untuk merapuhkan ketahanan nasional kita,” kata Rahman Sabon mengingatkan.

Karenanya, melihat situasi dan kondisi terkini, Jokowi diminta memerintahkan Panglima TNI agar bisa fokus pada pembinaan dan pembangunan kekuatan TNI dan penyebaran kekuatan intelijen untuk memonitor wilayah yang harus diperkuat. Selain itu, menurut pria kelahiran NTT tersebut, pemerintah perlu untuk memanfaatkan kekuatan aparat intelijen daerah dan teritorial untuk pembinaan masyarakat, sehingga saat situasi terpaksa maka pengerahan “pasukan baru” ini bisa diarahkan ke daerah fire point.

Sementara itu terkait armada TNI AL, menurut Rahman Sabon perlu dimekarkan dari 2 armada yang ada menjadi lima kawasan armada tempur yakni kawasan Morotai sebagai armada tempur Kawasan Utara untuk mengawasi Asia Pasifik Utara dan melindungi wilayah Sulawesi, Papua dan Maluku; lalu armada tempur Kawasan Barat juga perlu diperluas hingga ke Kepulauan Lingga Riau atau Tanggamus Lampung untuk pengawasan wilayah Sabang, Natuna dan Kalimantan.

Selain itu, armada Kawasan Timur juga perlu diperluas dengan membangun armada di pulau Solor Flores Timur bekas benteng pertahanan Portugis di Lohayong atau di Kepulauan Aru untuk menghadapi Australia dan Pasifik Utara.

“Sebagai negara maritim, maka seharusnya alutsista TNI AL diperlengkapi karena setahu saya belum dipersenjatai dengan lengkap termasuk peralatan untuk pemeliharaan,” pungkas Rahman Sabon Nama.

(bm/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular