Monday, April 15, 2024
HomeSosokFahd BAPERA: Jadilah Politisi Yang Waspada Namun Tetap Dinamis Nan Kalkulatif!

Fahd BAPERA: Jadilah Politisi Yang Waspada Namun Tetap Dinamis Nan Kalkulatif!

Ketum DPP BAPERA Fahd el-Fouz A Rafiq. Ia berpesan pada politisi jelang Pemilu 2024 untuk tetap waspada namun tetap dinamis dan kalkulatif sehingga tidak dirugikan dan apalagi disepelekan. (foto: cakrawarta)

“Pesta demokrasi Pileg, Pilpres dan Pilkada Serentak 2024 akan segera tiba. Pendidikan politik menjadi penting. Tetapi lebih penting lagi ilmu menghadapi karakter masyarakat yang didominasi tipe irasional. Ilmu tersebut terkait sosio-antropologi. Percaya atau tidak, banyak orang yang terjatuh karena kurang memahami kondisi lingkungan dan tabiat manusia. Semoga tulisan ini, menjadi cakrawala pembuka untuk mengantisipasi kemungkinmata terburuk yang bisa terjadi.”

(Ketua Umum DPP BAPERA, H. Fahd El-Fouz A Rafiq)

JAKARTA – “Banyak orang menilai bahwa dunia politik itu kejam dan sadis. Tapi, apakah selamanya politik itu kejam, apakah selamanya dia datang ‘tuk menghadang (lagu Iwan Fals, red.). Apalagi politik berkaitan dengan kekuasaan sehingga dinilai memiliki pressure tinggi. Jika anda tidak punya perisai, senjata, strategi dan taktik dalam mengarungi bahtera yang bernama lautan politik dipastikan akan tenggelam,” ucap Fahd El-Fouz A Rafiq saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/3/2023) sore.

Yah, Fahd adalah Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Barisan Pemuda Nusantara (Ketum DPP BAPERA) yang meskipun tergolong masih muda tetapi sudah kenyang dengan dunia persilatan bernama politik. Termasuk politik kekuasaan. Menurutnya, mencoba bermetafor, ‘tukang kadal’ dan penjahat dalam lautan politik bagaikan sniper yang siap menembak dari kejauhan dan dari posisi yang tidak terlihat.

“Dalam dunia politik ‘orang baik menjadi santapan empuk’ yang mudah untuk disikat, ditipu dan dikhianati. Drama pengkhianatan saat pesta demokrasi ini menjadi ajang diskusi maka dari itu siapkan tenaga ekstra dan mental agar kuat menghadapi segala kemungkinan yang terjadi,” imbuhnya. Pandangannya nanar serius, tetapi pembawaannya tetap santai sembari menyeruput kopi hangat yang ada di hadapannya.

Karena itu, menurut Fahd, politisi perlu punya kompas sebagai penunjuk jalan sehingga dengan itu, maka hambatan atau rintangan dapat dipikirkan jauh-jaub hari termasuk adakah alat yang bikin ‘korosif’ kompasnya dan bagaimana cara mengantisipasinya.

“Di dunia yang penuh rimba dan jebakan ini, lengah sedikit saja, duri kecil akan melukai tubuh anda dan yang lebih parah lagi anda kemungkinan bisa masuk ke dalam lubang, lumpur hidup yang bisa membuat anda terjungkal jika tidak waspada,” ujarnya filosofis.

Fahd mengutip pepatah Inggris yang berbunyi “Be a good person, but don’t waste time to prove it” yang kemudian ia kontekstualkan dalam ranah kehidupan berpolitik di Indonesia menjadi “Jadilah orang baik! Namun jangan perlihatkan sikap baik kita, terlebih mengumbarnya. Ada cara yang lebih kreatif, sehat dan tepat guna untuk menyalurkan kebaikan kita itu.”

Perumpaan Fahd yang filosofis itu mengajarkan kita untuk menjadi orang baik di belakang orang lain alias dibalik layar sehingga tak mudah dideteksi lawan. Karenanya, menjadi politisi baik itu tidak boleh naif, sehingga tidak menjadi sasaran empuk lawan, lebih-lebih di tengah labirin irasionalitas dunia politik.

Mantan Ketum DPP KNPI tersebut mengutip pepatah Latin yang populer ‘Si vis Pacem para Bellum’ apabila ingin terjun dalam dunia politik.

“Bila ingin hidup damai bersiap siaplah untuk perang. Jika memang dibutuhkan konfrontasi verbal maka perlu bersikap dinamis dengan tidak selalu tampil good boy dalam artian tahu kapan harus bersikap lunak dan lembut kapan harus bersikap tegas dan bertaring,” ujarnya, sekali lagi, filosofis.

Menjadi politisi haruslah profesional, menurut Fahd. Dalam artian anda siap menerapkan reward dan punishment kepada siapapun yang dihadapi sehingga tidak dirugikan dan saling menguntungkan.

Ada pula hal yang penting dicatat, menurut Fahd, yaitu jangan bersikap seolah-olah anda si orang baik yang justru membutuhkan mereka, karena akan cenderung disepelekan yang dinilai gampangan sehingga mudah ditebak apa yang menjadi responnya kemudian.

Kita harus butuh jual mahal, pemilih, selektif, membuat batasan diri, penuh syarat, kalkulatif untung rugi, bertanya apa manfaatnya untuk anda jauhkan diri dari kesan easy going serta tidak lupa akan kepentingan serta kebaikan bagi diri kita sendiri agar kelak tidak menemui kesakitan dan kekecewaan diri kita sendiri,” sarannya.

Menurut Fahd, banyak manusia diluar sana yang selama ini hidup memegang prinsip memakan atau dimakan karenanya jangan buka diri secara seronok untuk dimakan sebagai mangsa empuk yang bodoh itu tiada bedanya dengan mati konyol dalam kesia-siaan.

“Be wise Be Smart. Be a realistic person, a good person but realistic. Ini adalah dunia manusia sang makhluk serigala bagi sesamanya. Kita tidak perlu berada di sekitar orang yang gagal serta tidak punya kemauan untuk melihat dan menghargai nilai yang ada pada diri kita,” tukasnya mengingatkan.

Mengutip ajaran Brahma yang menyebutkan bahwa orang suci pun sesekali perlu menampilkan taring tajamnya agar tidak menjadi objek bullying orang-orang yang nakal. Menurut Fahd harus dipahami bahwa berbuat baik merupakan hak dan pilihan hidup, bukan kewajiban hidup.

“Karenanya berbuat baik itu terbuka selalu untuk option in dan option out. Orang naif biasanya memiliki keyakinan keliru dengan bersikap polos akan dihargai oleh orang lain. Itu adalah delusi sehingga merasa tidak memiliki kuasa untuk menolak permintaan orang lain,” uja Fahd penuh makna.

Lain halnya, lanjut Fahd, jika orang itu berpura-pura bodoh dan seolah tidak paham. Orang seperti ini lain cerita dan beda kelas.

“Di dunia politik yang kejam, menjadi orang baik memang mulia, namun terlampaui baik bisa menjadi peluru tajam yang akan melukai kita. Kita juga harus bersikap baik kepada diri kita sendiri sebagai prioritas yang harus kita utamakan bagian dari penghargaan pada terhadap diri sendiri,” tandasnya.

Menjadi politisi yang siap terjun itu berarti penting untuk menjadikan diri sebagai orang tegas dan berani tetapu fleksibel dalam bersikap sehingga tahu kapan harus bersikap selektif dan tahu kapan harus bersikap defensif.

Menurutnya,mayoritas manusia suka berteman atau menjalin hubungan dengan orang baik hati. Namun dunia politik, asumsi tersebut berbeda. Ketika kita suka berada di komunitas yang beradabnya sama dengan kita, namun harapan kita seringkali terbentur dengan realita yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

“Harapan dapat menjadi delusi yang mendistorsi realita akibat perspektif cara kita memandang dunia telah dicemari harapan semu tersebut,” ujarnya menekankan.

Dalam psikologi, menurut Fahd, ada teori jendela yang menjelaskan sisi manusia yang membutuhkan akses aliran keluar masuk emosi agar tidak terpendam atau tersekap jenuh.

“Salah satu salurannya adalah, menjadi diri kita sendiri apa adanya dengan bebas merdeka menyuarakan kata hati sejujur-jujurnya terhadap diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Seperti ajaran Brahmana yang saya sebutkan tadi, jangan pernah melekat pada status atau identitas tertentu, namun fleksibel dan dinamislah sebagaimana keadaan membutuhkannya. Hal ini, semata agar tidak disepelekan sebagai sosok manusia yang mudah diterka,” pesannya.

Karena itu, di akhir diskusi, Fahd menekankan satu hal penting bahwa hampir semua orang baik mudah tertipu, sebab ia tidak memelihara sikap curiga sedikitpun dan menganggap orang lain memiliki sifat yang baik seperti itu. Karena, menurutnya, kebaikan orang baik riskan disalahgunakan karena tidak semua manusia punya sifat pengasih dan penyayang.

“Jadi semoga apa yang saya berikan ini menjadi sedikit masukan dan sharing kepada siapapun yang akan bertanding pada Pesta Demokrasi 2024 mendatang. Khususnya yang baru pertama kali terjun ke politik. Waspadalah dan penuh perhitungan dalam melangkah serta membaca lebih dekat karakter dan pribadi tim inti pemenangan sehingga tidak menjadi bumerang ke depannya,” pungkas Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar tersebut.

(asw/bus)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular