Berita Terpercaya Tajam Terkini

Dukung Madura Provinsi, Erros Djarot : Madura Lebih Istimewa Dari Yogyakarta

0
Budayawan dan sutradara Erros Djarot menyalami tokoh Madura berjuluk Celurit Emas KH D Zawawi Imron seusai menerima cinderamata berupa lukisan dirinya dalam diskusi gayeng dengan sejumlah tokoh dan ulama Madura di Coffe Shop Hotel Elmi Surabaya, Senin (10/1/2022). Pertemuan tersebut membicarakan banyak hal terkait Madura khususnya pembentukan Provinsi Madura. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Perjuangan Panitia Nasional Pembentukan Provinsi Madura terus menggeliat. Senin (10/1/2022) siang, para tokoh dan ulama Madura bersama budayawan Erros Djarot sangat gayeng dan akrab membahas berbagai agenda yang sedang diperjuangkan para tokoh Madura, mulai dari kemiskinan, keterbelakangan, Infrastuktur, Provinsi Madura bahkan rencana pembuatan film layar lebar Jokotole.

Setelah perjuangan dari sisi hukum dengan mengajukan judicial review kandas, Erros Djarot mengingatkan para tokoh Madura untuk menempuh cara yang berbeda.

“Madura itu lebih istimewa dari Yogyakarta”, tegas Erros. “Sudah selayaknya para tokoh Madura berjuang dan menuntut hak keistimewaan Madura kepada Presiden sebagai Kepala Negara, bukan sebagai kepala pemerintahan. InsyaAllah Pak Jokowi akan sangat memperhatikan hak tersebut. Yang sulit-sulit saja seperti rencana ibukota negara baru dipikirkan beliau, apalagi menjadikan Madura sebagai provinsi dengan segala keistimewaan yang dimilikinya,” lanjut Erros Djarot.

Acara yang berlangsung di Coffe Shop Hotel Elmi kurang lebih dihadiri 40an tokoh dan ulama Madura, diantaranya Haji Zaini Ketua Dewan Pembangunan Madura (DPM), budayawan/penyair Celurit Emas KH Zawawi Imron, KH. Fauzy Tijani Djauhari, MA, PhD selaku Pengasuh Pondok Modern Prenduan Sumenep, KH. RP Dr. Mujahid Anshory, Dr. Siti Marwiyah, SH., M.Hum selaku Rektor Unitomo Surabaya, Dr. Syaifurrahman selaku Rektor Universitas Wiraraja Sumenep, KH Hanan Nawawi, Sekjen GPI Harun Al-Rasyid, Ketua IKAMA Jatim H. Bukhori Imron, KH Hafidullah, Rahman SH., MH., AS Rizal SH,, MH., produser film Jokotole Faisal Nawawi, Efri Jo selaku produser dan beserta timnya.

Para tokoh dan ulama Madura berfoto bersama Erros Djarot (tengah) seusai diskusi di Hotel Elmi Surabaya, Senin (10/1/2022) membahas sejumlah isu terkait Madura diantaranya perjuangan pembentukan Provinsi Madura. (foto: istimewa)

Diskusi yang berlangsung cukup serius tersebut mempertajam berbagai agenda yang sedang dilakukan untuk kemajuan Madura. Haji Achmad Zaini yang menjadi motor dari perjuangan mewujudkan Madura menjadi provinsi merasa tercerahkan dengan lontaran pemikiran Erros Djarot.

“Saya sangat berterima kasih atas pencerahan yang diberikan Mas Erros Djarot. Saya semakin semangat karena semakin banyak yang membantu perjuangan ini,” tegas Haji Zaini.

Dalam pertemuan tersebut, bahkan Erros Djarot berseloroh pada Dr. Siti Marwiyah, yang merupakan adik kandung Menkopolhukam Prof. Dr. Mahfud MD dengan memberi tugas untuk melaporkan pertemuan tersebut dan hasilnya ke kakandanya itu.

Sementara KH. D Zawawi Imron sangat optimis bahwa perjuangan mewujudkan Provinsi Madura dan Tol Trans Madura segera terealisasi, karena sifat dan karakter orang Madura sangat memungkinkan semua perjuangan itu akan terwujud. Lebih jauh KH RPA Dr. Mujahid menegaskan bahw, “dengan potensi besar yang dimiliki Madura, seharusnya tuntutan kepada pusat dilakukan lebih taktis dan strategis”.

Sebelum mengakhiri diskusi, Erros Djarot menegaskan komitmennya untuk membantu penyelesaian film Jokotole tanpa dirinya harus dibayar sebagai bentuk dukungan kepada Madura.

(tij/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.