Berita Terpercaya Tajam Terkini

Dukung Konsep Rumah Sehat Anies Baswedan, REKAN Indonesia: Sudah Benar!

0
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan istri, Fery Farhati Ganis, menjenguk seorang anak yang sedang dirawat di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ahad (3/2/2019). Saat ini Anies ingin mengenalkan RSUD sebagai Rumah Sehat bukan Rumah Sakit. Ide tersebut didukung Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Perubahan nama Rumah Sakit Umum Daerah menjadi Rumah Sehat yang dilakukan gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didukung oleh Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia.

Agung Nugroho selaku Ketua nasional REKAN Indonesia menyatakan bahwa langkah yang ditempuh Anies Baswedan sangat penting karena secara konsepsi Rumah Sehat itu titik tekannya adalah peningkatan upaya preventif dan promotif kesehatan kepada warga DKI agar bisa lebih meningkatkan upaya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Apalagi bacaan situasinya Gubernur DKI saat Covid-19 sama dengan REKAN Indonesia dimana kami melihat bahwa lemahnya preventif dan promotif di masyarakat menyebabkan kita sempat mengalami kucar-kacir pada awal-awal pandemi Covid-19,” ujar Agung Nugroho pada cakrawarta.com, Rabu (3/8/2022).

Agung berpendapat, lemahnya preventif dan promotif yang dibangun di tengah masyarakat membuat lemah pertahanan kesehatan kita, padahal jika upaya preventif dan promotif kesehatan di tengah warga sudah terbangun sejak dahulu maka kesiapan warga dalam menghadapi penyakit sudah langsung tumbuh secara otomatis dan pemerintah tinggal menguatkan saja.

“Apresiasi dan dukungan penuh atas upaya Gubernur DKI dalam membangun preventif dan promotif kesehatan lewat perubahan konsep Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat,” tegas Agung.

Hanya saja Agung mengingatkan, upaya pembangunan preventif dan promotif kesehatan ini perlu waktu panjang dan tidak bisa hanya dilakukan oleh rumah sehat tanpa ada upaya membangun partisipasi aktif warga DKI dalam pembangunan preventif dan promotif kesehatan. Ia mencontohkan sekelas negara Kuba saja butuh 30 tahun untuk bisa membangun ketahanan kesehatan di lingkungan tempat tinggal warganya melalui upaya preventif dan promotif kesehatan yang berbasis partisipasi aktif warga.

“Jika hanya bertumpu pada rumah sehat, maka yang ada seperti yang sudah-sudah hanya seremonial belaka tanpa lahir kolaborasi yang mendorong partisipasi aktif warga,” ujar Agung mengingatkan.

Selain itu, Agung juga mengingatkan bahwa ujung tombak untuk pembangunan preventif dan promotif kesehatan di warga itu ada pada puskesmas, karena konsepsi awal puskesmas adalah mendidik dan mencerdaskan rakyat untuk sadar dan bertanggungjawab pada kesehatan lingkungan tempat tinggalnya.

“Jadi puskesmas bukan malah lebih besar perannya menjadi rumah sakit raksasa tingkat kelurahan dan kecamatan dan malah kecil perannya dalam mengajak warga untuk berpartisipasi aktif dalam upaya membangun preventif dan promotif kesehatan,” pungkas Agung.

(bm/bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.