Berita Terpercaya Tajam Terkini

Dukung Anies Soal Perubahan Nama Jalan,PITA: Pemprov DKI Bisa Buat Posko Pengaduan!

0
Engkar Karmilasari (berjilbab) di lokasi jalan yang berubah atas nama ibunya Mpok Nori. Kebijakan perubahan nama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, terutama setelah muncul isu perubahan dokumen sebagai dampak perubahan nama jalan berbayar. (foto: instagram/engkar_nori)

 

 

JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Pemuda Cinta Tanah Air (DPP PITA) Ervan Purwanto mengatakan bahwa kebijakan Pemprov DKI Jakarta untuk mengabadikan nama ulama, tokoh dan pelaku seni Betawi sebagai nama jalan sangatlah positif.

“Terlepas menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, namun menurut saya tetap harus show must go on, semua harus tetaplah berjalan,” ujar ervan kepada cakrawarta.com, Selasa (28/6/2022).

Menurut pria yang menikahi wanita Betawi tersebut, ada beberapa poin yang memang menjadi dasar penolakan, seperti misalnya kekhawatiran sulitnya dalam proses perubahan administrasi kependudukan.

“Tapi kan melalui Dirjen Dukcapil Kemendagri Pak Zudan Arif Fakrulloh menyatakan bahwa pihak Kemendagri akan mendukung penuh kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengenai perubahan nama-nama jalan di Jakarta dengan nama ulama, tokoh dan seniman betawi tersebut. Jadi kan bagus, ada sinergi juga dengan pemerintah pusat,” imbuh Ervan.

Ervan mengutip poin mengenai unsur terpenting pada keputusan Anies tersebut yakni pada huruf e Bab IV Kepgub 28 tahun 1999 yang menjadi salah satu acuan adalah tertanam di hati masyarakat dan mempunyai nilai sejarah.

“Menurut saya nama-nama yang diabadikan sebagai nama jalan adalah mereka yang memiliki nilai sejarah atas perjuangan mereka dan juga dikenal oleh masyarakat luas. Justru saya melihat ini adalah kebijakan yang sangat positif oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dengan mengabadikannya sebagai nama jalan,” kata pria berkumis tersebut.

Ervan menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Anies bukan hanya sebagai bentuk penghargaan tapi pihaknya melihat kebijakan tersebut sebagai sebuah terobosan untuk mengangkat nilai-nilai perjuangan para ulama, tokoh dan seniman Betawi ini untuk lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.

“Pengenalan lebih luas tersebut bahkan tidak hanya di Jakarta tetapi di seluruh tanah air bahkan internasional. Karena nama-nama tersebut pasti akan masuk ke dalam aplikasi google map, waze, dan aplikasi lainnya. Langkah Anies ini menjadi sangat penting untuk tetap memperlihatkan eksistensi dan jati diri dari suatu masyarakat inti di wilayah Jakarta yaitu Masyarakat Betawi,” paparnya.

Lebih jauh, Ervan menilai bahwa kebijakan Anies ini adalah bentuk pembentengan dari mudahnya pemikiran pemikiran luar atau asing, terutama tokoh-tokoh luar yang justru sering menjadi panutan padahal tidak sesuai dengan kultur budaya yang ada di Indonesia khususnya Jakarta.

“Begitu lemahnya pengenalan generasi muda terhadap tokoh-tokoh yang telah berjuang dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa. Pemerintah daerah lainnya saya yakin akan lakukan hal yang sama untuk mempertahankan jati diri wilayahnya serta menghormati dan menghargai jasa-jasa para tokoh daerahnya,”

Leave A Reply

Your email address will not be published.