Berita Terpercaya Tajam Terkini

Diduga Terlibat Kasus Korupsi, Kejaksaan Agung Didesak Periksa Walikota Cilegon

0
Walikota Cilegon Helldy Agustian. (iyus lesmana/bantenhits)

 

 

JAKARTA – Kamis (16/12/2021) Forum Mahasiswa Anti Korupsi DKI Banten, yang terdiri dari Lembaga Ruang Berpikir, Persatuan Mahasiswa Cilegon (PMC), Forum Mahasiswa DKI Jakarta dan Lembaga Center for Budget Analysis (CBA) mendatangi Kejaksaan Agung RI untuk melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi di Kota Cilegon.

“Ya kami melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi di Kota Cilegon, pertama kasus suap yang diduga melibatkan walikota Helldy Agustian. Dugaan kedua terkait proyek lanjutan pembangunan gedung kantor baru SETDA tahun anggaran 2021,” ujar Jajang Nurjaman sebagai Sekretaris Forum Mahasiswa Anti Korupsi DKI Banten kepada cakrawarta.com.

Terkait dugaan keterlibatan walikota Cilegon adalah perizinan sejumlah proyek seperti kasus perizinan pasar Keranggot. Teguh memaparkan bahwa berdasarkan pengakuan tersangka Uteng Dedi Afendi mantan Kadishub Cilegon sejumlah uang suap yang diterima dari sejumlah perusahaan diduga mengalir ke walikota Cilegon.

Sementara untuk proyek lanjutan Pembangunan Gedung Kantor Baru SETDA tahun anggaran 2021. Jajang menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan proyek tersebut diduga adanya “permainan” dimana CV GH 2 sebagai pemenang proyek dengan tawaran Rp 4,6 miliar berada diposisi ke-7 atau paling mahal dalam proses pengajuan harga. Anehnya, ada penawar terendah yang memiliki selisih Rp 435 juta tetapi tidak lolos.

 

Sekretaris Forum Mahasiswa Anti Korupsi DKI Banten Jajang Nurjaman (kanan) menunjukkan bukti lapor sejumlah dokumen sebagai alat bukti dugaan keterlibatan Walikota Cilegon Helldy Agustian dalam sejumlah dugaan praktek suap dan korupsi, di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, hari ini, Kamis (16/12/2021).

 

“Kami menduga pihak Kejaksaan Negeri Cilegon tidak serius dalam membongkar kasus suap perizinan pasar Keranggot secara tuntas. Maka dari itu Kejaksaan Agung RI harus segera turun tangan melakukan penyelidikan atas kasus suap yang diduga melibatkan walikota Cilegon Helldy Agustian,” tegas Jajang.

Jajang menilai derdasarkan pengakuan dari tersangka Uteng Dedi Afendi menilai bahwa Kejaksaan Agung memiliki kewenangan dan memiliki kemampuan untuk menggali dan mengumpulkan alat bukti tambahan guna menuntaskan kasus suap dimaksud.

“Karenanya pemanggilan dan pemeriksaan pihak terkait termasuk Walikota Cilegon penting dilakukan pihak Kejaksaan Agung agar masalah ini segera tuntas,” pungkasnya.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.