Berita Terpercaya Tajam Terkini

Dibutuhkan 3500 Relawan Vaksin Merah Putih, Unair: Jadilah Bagian Sejarah Bangsa!

0
Vaksin Merah Putih Unair
ilustrasi. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Vaksin merah putih Universitas Airlangga (Unair) terus menunjukkan perkembangan yang positif. Setelah pada 9 Februari 2022 lalu memasuki tahap uji klinis fase 1, dan dilanjutkan dengan fase 2, tak lama lagi akan masuk pada uji klinis fase 3. Terkait uji klinis fase 3, Unair sangat berkomitmen tinggi untuk mematuhi semua mekanisme dan prosedur yang ditetapkan oleh pihak berwewenang.

“Penerbitan PPUK sepenuhnya menjadi kewenangan BPOM dan Unair menyerahkan sepenuhnya urusan PPUK kepada BPOM. Artinya, Unair siap melaksanakan uji klinis fase 3 kapan pun sesuai ijin dari BPOM,” jelas M. Nasih, Rektor Universitas Airlangga yang dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (11/6/2022) malam.

Seperti halnya pada fase-fase sebelumnya, Vaksin Merah Putih Unair yang telah ditunggu oleh jutaan masyarakat Indonesia ini, membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Indonesia. Kebutuhan relawan untuk menjadi subyek pada fase 3 ini cukup banyak, mencapai sekitar 3.500-4.000 relawan. Untuk itu, peran serta masyarakat, terutama yang belum pernah divaksin untuk menjadi bagian dalam sejarah bangsa Indonesia juga sangat ditunggu. Sehingga, Vaksin Merah Putih Unair ini  dapat segera dirasakan manfaatnya bagi bangsa Indonesia.

“Unair berharap dapat memenuhi timeline yang dirancang, agar karya anak bangsa ini bermanfaat secara optimal untuk negara,’ pungkas M. Nasih.

Seperti halnya yang juga sempat disampaikan Rektor UNAIR, saat ditemui di sela-sela konferensi pers terkait kenaikan peringkat Uuniversitas Airlangga di rangking dunia versi QS WUR. Universitas Airlangga berada di peringkat #369 dunia, pada kamis, 9 Juni 2022 lalu.

Pada kesempatan tersebut, Nasih menyampaikan bahwa dalam proses riset dan pengembangan vaksin Merah Putih Unair ini sudah bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dalam hal pembiayaan untuk fase tiga juga sudah disetujui oleh kementerian kesehatan.

“Vaksin merah putih ini mulai A-Z nya dikelola dan kemudian dimanage dikembangkan oleh putra putri Indonesia dan didalam laboratorium yang ada di Indonesia. Tentu ini menjadi awal yang bagus dan sekali lagi kami sedang menunggu arahan kawan-kawan yang punya otoritas di sini yakni BPOM,” ujar Nasih kala itu.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.