Berita Terpercaya Tajam Terkini

Daftarkan Paten Citayam Fashion Week, Praktisi: Secara Hukum Baim Wong Tak Berhak!

0
Praktisi hukum Ali Lubis, SH. Ia mengatakan bahwa upaya Baim Wong mendaftarkan paten Citayam Fashion Week tidak sah secara hukum karena artis tersebut tidak memiliki hak hukum. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Fenomena Citayam Fashion Week   yang tak hanya menasional tapi juga mengglobal setelah diulas oleh akun media fashion ternama asal Jepang, Tokyo Fashion, membuat banyak kalangan mencoba ikut menangguk untung. Tak terkecuali artis sekelas Baim Wong dan istrinya Paula Verheoven. Suami istri tersebut melalui perusahaannya PT Tiger Wong Entertainment mendaftarkan hak paten Citayam Fashion Week ke Kementerian Hukum dan HAM RI.

Tak pelak aksi “nekat” Baim Wong yang kerap menuai kontroversi melalui konten-konten di kanal youtube nya yang dianggap mengeksploitasi kemiskinan mendapatkan respon beragam pihak. Salah satu yang merespon langkah Baim Wong adalah praktisi hukum Ali Lubis, SH. Menurut Ali Lubis, memang secara hukum, langkah pendaftaran suatu merk atau paten tertentu ke Kementerian Hukum dan HAM adalah hak dari setiap warga negara Indonesia.

“Namun secara hukum juga tentu ada syarat dan ketentuan yang diatur didalam Undang-Undang untuk dapat mendaftarkan suatu merk atau paten tertentu. Paten Citayam Fashion Week yang saat ini akan didaftarkan oleh Baim Wong melalui perusahaannya secara hukum tidak sah, karena yang bersangkutan tidak memiliki hak secara hukum atas paten atau nama Citayam Fashion Week tersebut,” ujar Ali Lubis kepada media ini, Senin (25/7/2022).

Baim Wong melalui perusahaannya PT Tiger Wong Entertainment mendaftarkan hak paten Citayam Fashion Week ke Kemenkumham RI. (foto: istimewa)

 

Ali menjelaskan bahwa menurut Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta dimana pada Pasal 1 angka 1 berbunyi, “hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.”

“Bahkan menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang merk dan indikasi geografis di dalam Pasal 20 ada beberapa ketentuan yang mengatur suatu merk tidak dapat didaftar. Bisa dicek pada bagian huruf f UU tersebut dimana dikatakan merupakan nama umum dan/atau lambang milik umum. Jadi tidak bisa didaftar,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, menurut Ali, jika mengacu dengan nama Citayam Fashion Week ada kata Citayam yang merupakan nama sebuah daerah di wilayah Jawa barat yang bersifat umum sehingga jelas nama Citayam merupakan nama umum yang bertentangan dengan Pasal 20 huruf f Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merk dan Indikasi Geografis.

“Ini tentunya publik berharap pihak Kemenkumham RI dalam hal ini Dirjen HAKI agar dapat menolak pendaftaran paten Citayam Fashion Week sebagai merk. Karena ini merupakan bersifat publik bukan bersifat pribadi. Terlebih saat ini juga sudah banyak pihak yang merasa keberatan atas pendaftaran paten tersebut,” pungkas Ali.

Leave A Reply

Your email address will not be published.