Berita Terpercaya Tajam Terkini

Cuitan Ruhut Sitompul Soal Pernikahan Putri Gubernur Anies Baswedan Dinilai Rasis

0
Ketua Nasional Relawan Kesehatan Indonesia, Agung Nugroho. (foto: istimew)

 

JAKARTA – Advokat yang juga politikus senior Ruhut Sitompul yang mengomentari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pernikahan putrinya.

Dalam cuitan di akun Twitter miliknya, Ruhut Sitompul menanggapi soal Anies Baswedan yang menikahkan putrinya tersebut menggunakan Bahasa Arab.

Ruhut Sitompul menyindir, Anies Baswedan mengaku-ngaku sebagai orang asli Jogyakarta, namun bahasanya ternyata Arab.

“Baru aku ta’u yang suka ngaku-ngaku asli Jokya itu, bahasanya Bahasa Arab,” kata Ruhut Sitompul melalui akun Twitter @ruhutsitompul.

“Dari isi komen Ruhut itu kita takar kecerdasan dia, ternyata komentarnya cenderung rasis” ujar Agung Nugroho, Ketua Nasional Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia, kepada media, Sabtu (31/7/2022) malam.

Menurut Agung Nugroho, cuitan Ruhut tersebut lebih didominasi oleh tendensius semata kepada Anies Baswedan, sehingga dia mengkomentari sesuatu yang dia sendiri tidak memahami terkait tata cara akad nikah dalam agama Islam.

Dalam Islam diperbolehkan melangsungkan akad nikah menggunakan lafadz dalam bahasa Arab seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ketika menikahkan putrinya Fatimah dengan Ali. Namun Islam juga meringakan bagi yang tidak mampu menggunakan lafadz dalam bahasa Arab dengan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh pihak yang menikahkan dan pihak yang dinikahkan.

“Perlu ditanya ke Ruhut apakah orang Jogja yang muslim tidak boleh menggunakan bahasa Arab dalam aktivitas apapun? apalagi ucapan yang diucapkan Anies adalah kalimat kebaikan,” tanya Agung.

Agung mengingatkan kepada Ruhut Sitompul untuk mengakhiri politik adu domba yang bisa menyebabkan perpecahan di masyarakat. Apalagi Ruhut Sitompul adalah tokoh politik partai yang seharusnya memberikan keteladan bagaimana persatuan dan hidup rukun itu bisa terwujud terus di bumi Indonesia.

“Cukup sudah cebong kampret, kadrun kodok yang selama 10 tahun ini hanya menghasilkan opini dan perdebatan yang tidak produktif di masyarakat,” pesan Agung mengakhiri pernyataannya.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.