Berita Terpercaya Tajam Terkini

Cegah Pasien Berobat Keluar Negeri, Dokter Ini Ciptakan Medical Tourism Indonesia

0
dr. Niko Azhari Hidayat, Sp. BTKV(K) menunjukkan platform Medical Tourism Indonesia pada awak media dalam suatu kesempatan beberapa waktu lalu. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Seorang dokter muda bernama dr. Niko Azhari Hidayat, Sp. BTKV(K), berhasil membuat inovasi dan terobosan baru di bidang kesehatan bernama “Medical Tourism Indonesia”.

Medical Tourism Indonesia merupakan pengobatan untuk menyembuhkan suatu penyakit yang disertai dengan kegiatan wisata,” ujar Niko pada media ini, Sabtu (10/9/2022).

Lebih lanjut, platform ini menawarkan pelayanan komprehensif seperti end to end service yang melakukan layanan mulai dari penjemputan wisatawan medis, ketersediaan akomodasi, pengantaran ke fasilitas medis, serta trip wisata pemulihan, hingga pengantaran kembali ketempat asal.

Medical tourism Indonesia adalah Travelokanya rumah sakit,” imbuh dokter yang juga merupakan dosen di Universitas Airlangga itu.

Nico memaparkan lebih lanjut bahwa inovasinya tersebut diklaim mampu mendatangkan medical tourist dari mancanegara serta meredam hasrat masyarakat Indonesia yang lebih memilih pengobatan di luar negeri. Menurut Nico terdapat tiga juta orang berobat keluar negeri dan menelan biaya lebih dari Rp 100 Triliun per tahunnya dan itu sudah dimuat di International Medical Travel Journal.

“Ini merupakan salah satu langkah mendukung ekonomi negara melalui medical and tourism, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat keluar negeri,” tukasnya.

Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2021, platform ini semula hanya berbentuk media sosial penyedia informasi seputar layanan medis. Namun, untuk memberikan dampak yang lebih luas serta menyediakan fitur unggulan seperti halnya transparansi harga dalam pengobatan, Nico beserta tim mulai mengembangan Medical Tourism Indonesia dalam bentuk aplikasi. Nico menyebut aplikasi ini sudah dapat digunakan oleh masyarakat luas.

“Kita sudah siapkan payment-nya, alur tata cara penggunaanya, tinggal yang terakhir ini mungkin sedang terus disempurnakan,” paparnya.

Nico menyebut inovasi membuat  Medical Tourism Indonesia merupakan suatu bentuk scale up dari inovasinya terdahulu yaitu Vascular Indonesia Dot Com, sebuah platform digital yang mempermudah pengobatan pasien dengan masalah pada pembuluh darah.

“Saya scaling up-nya bukan dalam ranah keuangan tetapi diaplikasikan dalam bentuk program lagi dan program yang saya kembangkan dengan nama Vascular Indonesia Health Travel Program itu pada tahun 2020, akhirnya bertransformasi menjadi wisata medis. Wisata medis ini menjadi platform yang kedua saya,” jelas Nico.

Menurutnya, pengembangan platformnya merupakan suatu bentuk pengabdian dirinya kepada masyarakat. Hal tersebut ia lakukan untuk memberikan kemudahan serta  dampak positif yang dapat dirasakan  masyarakat luas.

(pkip/bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.