Berita Terpercaya Tajam Terkini

Buntut Sengketa Koperasi IYO BASAMO, Beredar Adanya Penganiayaan Diduga Rekayasa

0
Beredar foto korban penganiayaan yang diarahkan dilakukan oleh anggota Koperasi Iyo Basamo. Kuasa hukum koperasi Iskandar Halim, SH, MH menilai hal tersebut kuat diduga sebagai sebuah ‘rekayasa’ kubu Hermayalis saja. (foto: istimewa)

 

KAMPAR – Beredarnya berita di media anggota Koperasi Produsen Iyo Basamo Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau menganiaya orang suruhan mantan Ketua Koperasi Produsen Iyo Basamo Hermayalis, intinya menyalahkan anggota koperasi.

Kuasa hukum Koperasi Produsen Iyo Basamo Iskandar Halim, SH., MH., membantah adanya penganiayaan tersebut. Iskandar mengatakan, Hermayalis diduga telah merekayasa video penganiayaan.

“Penganiayaan yang dituduhkan Hermayalis melalui media tidak benar. Video penganiayaan beredar, adalah keponakan dan anak kakak tiri dari Hermayalis yang sengaja menceburkan dirinya sendiri ke sungai. Tidak ada penganiayaan yang beredar di masyarakat,” kata Iskandar kepada media, Jumat (17/6/2022).

Iskandar menuturkan, terbukti bahwa keponakan Hermayalis tertidur dengan membuka baju masih menggegam erat
handphone (HP) di tangannya. Untuk itu, masyarakat diminta jangan sampai terpancing dengan rekayasa-rekayasa tersebut.

“Hermayalis diduga dari dulu selalu merekayasa. Selain itu, soal laporan palsu yang dilakukan keponakan Hermayalis, tentang rekayasa seolah dirinya dikejar-kejar dan dianiaya angggota koperasi. Kita akan laporkan balik. Tidak mungkin terjadi penganiayaan, karena anggota koperasi orang yang taat beribadah,” terang Iskandar.

Iskandar menyebutkan, keluarga Hermayalis ikut menikmati hasil kebun sawit . Pernyataan Hermayalis bahwa menguasai lahan bukan kelompok tani tidak benar. Kartu anggota kelompok tani, Hermayalis yang menandatangani. Ketika itu Hermayalis masih menjabat ketua koperasi pada tahun 2010 dan habis jabatan tahun 2019. Tapi masih menduduki lahan.

“Semasa habis masa jabatan Hermayalis masih tetap menguasai lahan sawit tersebut dan hasilnya dibagikan pada krunya. Bahkan sebanyak 300 anggota kelompok tani tidak mendapat haknya. Masalah ini sudah kita laporkan ke Polda Riau,” terang Iskandar.

Iskandar mengungkapkan, Hermayalis pernah mengalami putusan pidana. Sudah dua kali di pidana dengan perkara pemalsuan dan penggelapan dana koperasi serta melakukan penganiayaan terhadap istrinya Ida Riayani.

“Saat ini kasus penganiayaan dilakukan Hermayalis terhadap istrinya sedang kasasi di Mahkamah Agung (MA) RI. Putusan perceraian Hermayalis dengan istrinya sudah bercerai, ” tutup Iskandar.

(anhar/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.