Berita Terpercaya Tajam Terkini

Berupaya Kurangi Polusi, Dosen Muda Ini Gemar Buat Kendaraan Listrik

0
Dosen muda dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga Yoga Uta N (kedua dari kanan) bersama timnya di Pulau Giliyang, Sumenep Madura Jawa Timur saat melakukan program Pengabdian Masyarakat dengan membuatkan masyarakat setempat sepeda listrik. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Polusi dari asap kendaraan menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Beberapa pihak mulai menciptakan berbagai solusi. Didorong oleh keinginan mengurangi polusi itulah, seorang dosen muda bernama Yoga Uta N bersama timnya aktif membuat kendaraan listrik, mulai dari sepeda hingga truk.

“Kendaraan listrik ini kan tidak menghasilkan polusi. Sehingga lebih nyaman juga kalau menggunakannya di jalanan,” tutur Yoga kepada cakrawarta.com, Selasa (31/5/2022).

Kegemarannya terhadap pembuatan kendaraan listrik tidak lepas dari minat Yoga dengan dunia otomotif. Selain itu, Yoga mengatakan bahwa dirinya tertarik dengan isu-isu lingkungan. Hal itu kemudian juga mendapat tanggapan positif dari pihak Universitas Airlangga tempat ia mengabdi dan menjadi salah satu hal yang dikedepankan.

Berbagai jenis kendaraan listrik telah dihasilkan oleh Yoga. Di antaranya, yakni sepeda motor, mobil, dan truk. Selain itu Yoga juga sedang membuat sepeda gowes untuk mendukung program Pengabdian Masyarakat Unair di Pulau Gili Iyang Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Dan apa yang dilakukan oleh Yoga ternyata tidak sendirian. Yoga kerap membuat kendaraan listrik bersama mahasiswanya. Mereka mengerjakan pembuatannya di workshop milik Yoga di Keputih, Surabaya. Disana, para mahasiswa juga dapat aktif untuk belajar mengenai kendaraan listrik.

“Total ada sekitar 20 kendaraan yang saya buat. Mulanya pada tahun 2013, saya bergabung dengan tim riset dan kemudian bergabung ke tim mobil listrik. Saat ini saya merupakan dosen UNAIR yang tergabung dalam anggota konsorsium nasional yang bekerja sama dengan universitas lain,” ujar Dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin tersebut.

Dalam pembuatan satu kendaraan listrik misalnya Yoga memerlukan waktu hingga 6 bulan. Hal itu bergantung pada kerumitan perangkat yang digunakan.

“Tapi kalau yang sederhana saja seperti sepeda ya bisa hanya satu minggu,” imbuhnya.

Yoga menuturkan, bahwa dirinya tidak pernah merasa kesulitan dalam pembuatan kendaraan listrik. Karena kesulitan menurutnya adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi.

“Tantangan terbesar ya dalam hal komponennya. Biasanya komponen-komponen tersebut adalah hasil impor. Namun, saya yakin bahwa kita bisa membuat komponen sendiri dan itu yang saya lakukan bersama tim,” katanya.

Komponen yang dibuatnya juga beragam. Mulai motor listrik, dinamo, hingga controllernya.

Jadi, riset-riset di kampusnya adalah bagaimana komponen komponen utama dari kendaraan listrik itu bisa dibuat sendiri secara mandiri. Mulai motor listrik, dinamonya, sampai controller.

Meski gemar membuat kendaraan listrik, namun Yoga belum fokus terhadap jumlahnya. Hal itu disebabkan kampusnya yang mengharuskan adanya hilirisasi produk terlebih dahulu.

“Fokus kami di Unair sekarang adalah sosialisasi kepada masyarakat. Kami juga harus memikirkan cara agar masyarakat menerima dan peduli terhadap kendaraan listrik. Dengan kendaraan listrik, maka dapat menekan biaya dan pastinya mengurangi polusi,” pungkas Yoga.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.