Berita Terpercaya Tajam Terkini

Bertemu Gubernur BI, Ketua MPR Dukung Rencana Penerbitan Rupiah Versi Digital

0
Ketua MPR RI Bambang Soestyo saat bertemu Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, di Jakarta, Rabu (27/7/22). (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Pada Rabu (27/7/2022) Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bertemu dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta. Pria yang akrab disapa Bamsoet menegaskan bahwa dirinya bersama Perry memastikan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat, sehingga peluang terjadinya resesi ekonomi sangat kecil.

Namun demikian Bamsoet meminta agar pemerintah tetap waspada, mengingat saat ini kondisi sosial, politik, dan ekonomi dunia sedang mengalami berbagai ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang terus berlangsung serta meluasnya kebijakan proteksionisme, terutama pangan dari berbagai negara dunia.

“Sebagai catatan, berbagai negara besar dunia seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa saat ini sedang khawatir mengalami resesi akibat inflasi yang tinggi. Inflasi di Amerika Serikat, misalnya sudah mencapai 9,1 persen. Uni Eropa 8,6 persen, dan Inggris 9,1 persen. Sementara Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan realisasi inflasi pada Juni 2022 tercatat sebesar 4,35 persen (year-on-year/yoy),” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi cakrawarta.com, Kamis (28/7/2022).

Lebih jauh, Bamsoet menjelaskan bahwa dirinya juga mendukung langkah Bank Indonesia yang sedang menyiapkan Rupiah Digital. BI telah mempersiapkan tiga aspek dalam penerbitan digital rupiah. Yakni, konseptual desain, mengintegrasikan infrastruktur sistem pembayaran dan pasar keuangan; serta pilihan teknologinya.

“Bank Indonesia akan menerbitkan rupiah digital secara wholesale, yakni mendistribusikannya kepada pelaku-pelaku besar seperti perbankan maupun perusahaan jasa pembayaran yang besar. Sehingga bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Sesuai dengan Undang-Undang Dasar, Undang-Undang Mata Uang, dan Undang-Undang Bank Indonesia,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, BI akan memberikan izin kepada para wholesale yang besar-besar tersebut, untuk menggunakannya sebagai alat pembayaran untuk berbagai transaksi ritel. Baik melalui bank kecil, perusahaan jasa yang lebih kecil, e-commerce atau startup dan berbagai transaksi digital lainnya, bisa menggunakan rupiah digital.

“Bank Indonesia juga akan melengkapi rupiah digital dengan berbagai fitur security desain dan coding-coding yang spesifik. Sebagaimana uang rupiah kertas yang memiliki desain, warna, dan berbagai securities-nya. Sehingga dipastikan rupiah digital terjamin keamanannya,” pungkasnya.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.