Berita Terpercaya Tajam Terkini

Berikut Tips Hindari Pelecehan Seksual Di Dunia Maya!

0
ilustrasi. (foto: CNN)

 

 

SURABAYA – Kasus pelecehan seksual dapat ditemukan di berbagai platform, termasuk di dunia maya. Untuk menghindari adanya perlakuan tersebut, berikut beberapa tips dari pakar kajian media Universitas Airlangga,  Rachmah Ida saat masuk dalam dunia maya yakni pahami space dan budaya dari platform media dimana kita akan masuk; mengenali dengan baik daerah komunitas kita akan aktif; dan mampu membedakan bahwa dunia maya berbeda dengan dunia nyata.

Ida meminta, sebelum menggunakan suatu platform, pengguna disarankan untuk memahami peraturan privasi dan keamanan.

“Sebaiknya paham betul dalam space itu karakternya seperti apa. Misalnya SimCity atau game, harus pelajari term of reference dan disclaimer-nya, jika sudah menyetujui berarti sudah terikat hukum yang dibuat oleh perusahaan pembuatnya,” ujar Rachmah Ida dalam keterangan yang diterima redaksi cakrawarta.com, Kamis (30/12/2021).

Ida menegaskan bahwa dunia realitas maya merupakan dunia yang luas seperti dunia nyata. Disini juga terdapat banyak daerah-daerah yang ditempati oleh komunitas tertentu. Untuk itu, perlu adanya perhatian dan pengetahuan khusus untuk menjelajah sebuah tempat.

“Menjaga diri sendiri bisa dimulai dengan mengetahui tempat-tempat dimana kita bisa mengeksplor atau tidak,” imbuhnya.

Dalam memasuki sebuah media, ada baiknya untuk memahami budaya dan cara kerja dari platform tersebut. Ida menyebutkan bahwa setiap media memiliki budayanya sendiri, juga budaya realita dan virtual yang memiliki perbedaan budaya.

“Jika sudah bermain, pastikan kita sadar dan paham kalau dunia yang kita mainkan ini adalah dunia maya,” sebutnya. Ida mengungkap, banyak kejahatan maya yang terjadi karena kelalaian pengguna yang tidak dapat membedakan realita dengan dunia maya. Pengguna virtual reality yang disebutnya sebagai ghostwild tidak diketahui identitasnya. “Karena sifatnya yang liar dan anonim, jadi kita sudah tidak tahu identitas sesungguhnya yang bermain di belakang avatar,” jelasnya.

Semua media tidak terlepas dari adanya kemungkinan kejahatan. Untuk itu sebagai pengguna, lebih baik kita membekali diri dengan pengetahuan untuk menghindari terkena adanya kejahatan di media utamanya dalam realitas maya.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.