Berita Terpercaya Tajam Terkini

Bentuk Etika Pengusaha Muslim, ISMI Jatim Selenggarakan Tasawuf Bisnis

0
Dalam upaya membentuk Etika Pengusaha Muslim, ISMI Jatim menyelenggarakan Tasawuf Bisnis di Hotel Namira Surabaya, Sabtu (9/4/2022). Tampak dalam gambar, Dr Imron Mawardi sedang menyampaikan materi tentang kripto, block chain dan investasi digital. (foto: bustomi/cakrawarta)

SURABAYA – Fenomena ekonomi kekinian seperti crypto, gold coin, block chain dan investasi digital telah menjadi bagian tak terelakkan dari kehidupan masyarakat termasuk umat Islam.

Karenanya, Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) wilayah Jawa Timur menyelenggarakan Forum Kajian khusus terkait hal tersebut, Sabtu (9/4/2022) sore.

Ketua ISMI Jatim Misbahul Huda, mengatakan dalam sambutannya bahwa tujuan forum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman keIslaman terkait isu yang tengah menjadi pembahasan masyarakat umum tersebut.

“ISMI Jatim sengaja selama Ramadhan hanya mengadakan 3 kegiatan agar fokus dan bisa efektif efisien. Pertama, tasawuf bisnis yang kami kemas dalam bentuk kajian kajian. Ini agar bisa meluruskan etos dan etika saudagar dalam berbisnis. Salah satu dari wujud kegiatan Tasawuf Bisnis adalah hari kita dimana kita akan bicara tentang kripto, block chain dan investasi digital,” ujar Misbahul Huda.

Huda sangat menyayangkan fenomena kekinian dimana banyak yang menamakan syariah tapi malah berakhir di penjara.

“Misal properti syariah dan lainnya. ternyata hanya menjual istilah syariah saja. Karenanya dengan REI Jatim kami bekerjasama untuk membahas bagaimana eksekusi properti syariah yang benar,” imbuh Huda.

Adapun kegiatan kedua ISMI Jatim, menurut Huda adalah ISMI PEDULI.

“Banyak yang tak mampu terutama di tengah pandemi dan harga harga serba mahal. InsyaAllah program ini akan kami lakukan 23 April 2022. Targetnya menyasar sekitar 1000 paket untuk mereka yang berhak menerima,” kata Huda.

Sementara itu, program terakhir adalah konsolidasi koperasi syariah Investama Madani.

“Kita mencoba mempraktekkan bagaimana koperasi syariah digital. Kami akan coba di lingkup internal dulu. Langkah pertama, meng-upgrade dari status second ke primer. Kedua, digitalisasi dalam menjadi anggota koperasi dan termasuk teknis pembayarannya. Kami akan kerjasama dengan aplikasi GENI. Sehingga nanti ini akan menjadi percontohan sebagai koperasi syariah digital melalui pembayaran dari bank digital pula. Masih akan berlaku di internal kalau sukses akan kita lebarkan sayapnya,” tandas Huda.

Untuk diketahui, dalam Forum Kajian Tasawuf Bisnis, ISMI Jatim mengundang pembicara pakar ekonomi syariah yang sekaligus Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Jatim, Dr Imron Mawardi dan dipandu oleh Ina Mubarak dari komunitas Hijrah Tanpa Riba dan berlangsung di Ruang Dubai, Lantai 2 Hotel Namira Surabaya.

Imron mengupas tuntas tentang kripto yang menurutnya secara prinsip bukan barang baru. Ia menceritakan pernah menulis tentang isu digital money pada tahun 2000 hanya bedanya saat ini dibantu teknologi dan menjadi cepat membesar karena faktor media sosial.

“Bisnis berbasis digital ini luar biasa. Data saya menunjukkan dalam 10 tahun terakhir kerugian masyarakat Jawa Timur saja sudah mencapai Rp 50 Triliun. Memang industrialisasi luar biasa,” papar dosen ekonomi syariah Universitas Airlangga itu.

Secara umum, hukum bisnis digital seperti kripto, block chain dan investasi digital itu boleh tetapi mengikuti kaidah fiqih.

“Kan asal segala sesuatu terikat pada hukum syara. Artinya diatur. Sesuatu yang baru belum tentu tidak ada aturannya. Intinya bisnis tersebut tidak mengandung riba, maysir, gharar. Lalu tidak dzalim dan haram. Sesuai syariah yaitu mendekatkan pada maslahah atau manfaat. Terakhir, sesuai akad syariah,” tegasnya.

Karenanya, saat pengusaha muslim hendak terjun dalam bisnis digital seperti kripto harus paham betul aturannya dan tetap berfokus pada aspek manfaat.

(bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.