Berita Terpercaya Tajam Terkini

Bandingkan Strategi Keamanan Pangan Era SBY vs Jokowi, Mahasiswa Unair Lolos Pendanaan Riset Kemendikbud

0

Putri Audy Fahira dan timnya saat melakukan wawancara dengan seorang petani lokal di Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Lima (5) mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga berhasil lolos pendanaan penelitian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Dirjen Dikti Kemendikbud) dengan mengangkat isu strategi keamanan pangan nasional antara pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Kelima mahasiswa tersebut adalah Putri Audy Fahira, Jihan Amirotul Farikhah, Amouda Laula Nafila, Gita Adjipersadani, dan Philipus Mikhael Priyo Nugroho.

Ketua Tim Penelitian, Putri Audy Fahira mengatakan bahwa latar belakang pemilihan tema yang diusung yaitu adanya permasalahan yang masih ditemukan dalam implementasi kebijakan pangan di Indonesia.

“Sampai saat ini, kebijakan pangan kita masih berorientasi erat dengan ketahanan pangan yang belum belajar dari kegagalan sebelumnya dan selalu mengulang kembali dari nol tanpa signifikansi evaluatif,” ujar Putri -sapaan akrabnya- kepada media ini, Sabtu (31/7/2022).

Karya Putri dan tim banyak membahas tentang kehadiran lumbung pangan (food estate), dimana menurutnya sempat mengalami semjumlah kesulitan seperti sempat bingung menyesuaikan tema PKM dengan topik yang berhubungan dengan bidang keilmuan diri dan timnya di kampusnya yakni Ilmu Hubungan Internasional hingga narasumber yang tidak responsif. Tetapi hal tersebut bisa dilalui salah satunya karena dosen pembimbing mereka, Ahmad Safril Mubah, S.IP., M.Hub.Int., Ph.D., berkenan membantu sejak masa pemantapan topik penelitian hingga akhir.

“Penelitian kami baru saja menyelesaikan tahapan pengumpulan data dari narasumber melalui wawancara. Dalam waktu dekat, kelompok kami akan menganalisis data-data yang telah kami himpun, lalu menerapkan metodologi reduksi data, dan penyajian sebagai paripurnanya. Kami juga berusaha menyusun struktur artikel ilmiah yang wajib sebagai luaran penelitian,” papar Putri.

Selain itu, Putri menjelaskan bahwa ke depannya, dia dan timnya akan mensosialisasikan penelitian kepada masyarakat luas, membantu pemerintah dalam memformulasikan kebijakan melalui policy brief, hingga memberikan pemahaman terkait urgensi distribusi dan teknik pemasaran hasil produksi petani yang perlu diperbaiki sistemnya.

(pkip/bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.