Berita Terpercaya Tajam Terkini

Awas Jangan Sering Begadang! Pakar: Bisa Picu Penyakit Bahkan Kematian

0
Ilustrasi. (foto: istockphoto/south_agency)

 

SURABAYAHati-hati  bagi anda yang sering begadang. Pasalnya, kebiasaan tersebut sering menimbulkan dampak buruk pada tubuh. Salah satunya, stroke yang dialami gadis asal Pemalang yang viral beberapa waktu lalu. Hal tersebut disampaikan oleh pakar kesehatan Universitas Airlangga dr. Wardah Rahmatul Islamiyah, SpN(K).

“Irama jam tidur terbentuk dari pola asuh sejak kecil. Pola asuh tidur larut malam menjadi salah satu penyebab timbulnya begadang. Irama tubuh orang yang begadang berbeda dengan orang biasanya. Begadang itu intinya melawan jam tubuhnya. Rata-rata orang mulai mengantuk dan tidur itu pukul sembilan,” ujar dokter Wardah, Jumat (24/6/2022).

Dokter Wardah menjelaskan bahwa rasa kantuk disebabkan oleh hormon melatonin. Hormon tersebut akan banyak terproduksi ketika cahaya gelap.

“Biasanya mulai muncul hormon melatonin itu sejak Magrib. Kemudian akan memuncak sekitar jam sembilan, sepuluhan. Lalu, pada pukul dua akan mulai menurun. Otomatis itu,” tambahnya.

Dokter Wardah menyebutkan, adanya cahaya membuat melatonin tidak terproduksi. Hal itu meningkatkan risiko terjadinya insomnia kronik pada masa tua.

Acapkali ditemani dengan cemilan maupun makanan berat, begadang membuat organ pencernaan yang seharusnya beristirahat tetap bekerja. Dokter Wardah mengungkapkan, kebiasaan tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya obesitas, diabetes, dan GERD alias asam lambung.

“Sekarang itu banyak anak muda yang terkena GERD. Salah satunya, disebabkan oleh begadang,” tutur dokter saraf tersebut.

Selain itu, menurut Dokter Wardah, begadang juga akan membuat seseorang kehilangan kebutuhan tidurnya. Jam tidur yang berkurang tersebut akhirnya menyebabkan kantuk sehingga menurunkan kinerja seseorang saat pagi.

“Kalau kinerjanya menurun, akhirnya dia akan punya kebiasaan minum kopi. Kopi tentu saja dengan segala plus minus-nya, kalau dalam jumlah yang banyak akan berefek meningkatkan tensi dan penyakit jantung,” jelasnya.

Menurut dokter Wardah, begadang otomatis akan membuat seseorang beraktivitas pada malam. Mulai belajar, bekerja, olahraga, bahkan sekadar menonton dan bermain. Hal tersebut membuat hormon kortisol yang seharusnya rendah pada malam hari secara otomatis meningkat.

“Orang yang kortisolnya tinggi akan mudah stres dan depresi. Keesokan paginya dia baper. Mudah marah, mood-nya ga stabil. Apalagi dia main game online ya, menang jadi lebih excited. Kalau kalah dia marah,” ungkapnya.

Dokter Wardah menambahkan, kortisol yang meningkat memicu denyut jantung meningkat. Selain itu juga kortisol dapat menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

“Kortisol meningkat, ditambah dengan ngopi, ngemil, ngerokok. Nah, ini yang meningkatkan banyak kejadian serangan stroke dan jantung saat bangun tidur pagi, atau sudden death,” tegas dokter yang ahli mengenai Sleep Disorders tersebut mengakhiri keterangannya.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.