Berita Terpercaya Tajam Terkini

Antenatal Care, Kunci Cegah Stunting

0
ilustrasi. (foto: Abbie Trayler-Smith/Panos Pictures

 

SURABAYA – Presiden Joko Widodo menargetkan penurunan angka stunting sebesar 14% pada 2024 mendatang. Menanggapi  hal itu, Farida Fitriana, S.Keb., Bd., M.Sc dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Bayi lahir di dunia bukan tidak mungkin tanpa proses persalinan, kemudian berlanjut masa bayi. Terhitung 270 hari dalam kandungan dan 730 hari pasca kelahiran itulah yang dinamakan 1000 HPK. Ini termasuk fase kunci yang perlu diperhatikan dengan baik agar tidak terjadi gangguan gizi kronik seperti stunting,” ujar Farida dalam keterangannya, Sabtu (29/1/2022) pagi.

Farida menegaskan bahwa stunting merupakan bagian dari kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan berat dan panjang tubuh yang tidak sesuai standar umur.

“Berat badan bayi yang baru lahir, kurang dari 2500 gram dan panjangnya kurang dari 48 sentimeter, itu perlu diwaspadai sebagai ciri stunting,” ucapnya.

Ia menjelaskan alasan panjang dan berat tubuh saja sangat diperhatikan, karena stunting itu dapat menghambat kecerdasan dan memicu penyakit.

Stunting berpengaruh pada perkembangan otak dan keberhasilan pendidikan, bahkan bisa meningkatkan risiko penyakit yang tidak menular, seperti diabetes, stroke, dan jantung,” paparnya.

Untuk menanggulangi dampak dari stunting tersebut, menurut Farida, perlu adanya intervensi yang berkelanjutan dan komprehensif bagi ibu hamil dan ibu bersalin yakni dengan menyiapkan 1000 HPK, pertama, mengkonsumsi tablet penambah darah. Farida mengatakan bahwa 1 dari 3 ibu hamil mengalami anemia dan hal itu bisa menghambat asupan oksigen ke janin sehingga kemungkinan bisa prematur, berat bayi rendah, dan berpotensi stunting.

“Menyiapkan 1000 HPK tidak mahal, remaja putri saat menstruasi dianjurkan minum tablet tambah darah, begitupun dengan ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan asam folat,” jelas Farida.

Selain itu menjaga pola hidup dan makanan gizi seimbang terutama bagi calon pengantin perempuan maupun istri yang tengah mempersiapkan kehamilan. Karenanya Farida menyerukan untuk mengganti menu makanan cepat saji dengan makanan bernutrisi tinggi seperti sayuran.

Tetapi faktor yang tak kalah penting adalah adanya upaya maksimal untuk menjamin mutu antenatal care 

“Pemeriksaan kehamilan dengan medis secara berkala bisa membantu kesehatan mental dan fisik ibu hamil dalam mempersiapkan persalinan, nifas, ASI dan lain sebagainya,” pungkas Farida.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.