Berita Terpercaya Tajam Terkini

Ajak FK Uncen, TNI Yonif 711 Lakukan Baksos Di Perbatasan RI-PNG

0
Satgas Pamtas RI-PNG yakni Yonif 711/Rks bersama mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Cendrawasih (UNCEN) berfoto bersama seusai melaksanakan bakti sosial di sekitar wilayah Gereja Stasi Koya Tengah, Jumat (24/12/2021). (foto: bersama)

 

KOYA TENGAH – Momentum Natal dan akhir tahun 2021, Tentara Nasiona Indonesia (TNI) dari Satgas Pamtas RI-PNG yakni Yonif 711/Rks mengajak mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Cendrawasih (UNCEN) melaksanakan pengobatan masal, layanan posyandu dan pengobatan lansia di sekitar wilayah Gereja Stasi Koya Tengah, Jumat (24/12/2021) kemarin.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/Rks terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, terutama di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang saat ini sedang melanda dunia termasuk hampir di seluruh wilayah NKRI termasuk dalam hal ini wilayah perbatasan.

“Tim Kesehatan kami selalu siap siaga apabila ada warga yang sakit, baik mereka mendatangi pos kita ataupun kita mendatangi rumah-rumah. Untuk kali ini, kami melakukan pengobatan secara gratis bekerjasama dengan FK Uncen. Kami berharap dapat terus mewujudkan kesehatan bagi warga binaan,” ucap Dokter Satgas Yonif 711/Rks Letda Ckm Dr. I Kadek Raditya Arya Dana dalam keterangan yang diterima redaksi cakrawarta.com, Sabtu (25/12/2021).

Perwakilan tim FK Uncen, Dr. Agnes S. Rahayu, M.Kes menambahkan bahwa “dalam pengobatan massal kali ini, kami memeriksa kesehatan umum, pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kolesterol, gula darah serta asam urat.

Sementara itu, kegiatan tersebut disambut baik oleh warga yang dengan antusias mengikuti kegiatan baksos.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak-bapak TNI yang telah memberikan pengobatan secara gratis kepada masyarakat di daerah perbatasan. Puji Tuhan, acara berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” ujar salah satu warga yang mengikuti kegiatan.

(bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.