Berita Terpercaya Tajam Terkini

Ada Penjabat Kepala Daerah Lakukan Mutasi, CBA Tulis Surat Terbuka Kepada Mendagri Tito Karnavian

0
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Pelantikan beberapa penjabat kepala daerah oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ternyata bukan tanpa masalah. Beberapa terdapat temuan penjabat kepala daerah yang melakukan mutasi pejabat padahal hal tersebut sesuai aturan yang ada, bukan kewenangan seorang penjabat kepala daerah. Karena itu, lembaga Center for Budget Analysis (CBA) menuliskan surat terbuka kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Adapun isi surat terbuka tersebut adalah sebagai berikut sesuai yang diterima redaksi cakrawarta.com, Rabu (18/5/2022) pagi.

 
Surat Terbuka Buat Menteri Dalam Negeri
Tito Karnavian

Kepada Yang Terhormat :
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian
Di
Jakarta.

Dengan Hormat,
Kami dari CBA (Center For Budget Analysis) meminta kepada Bapak Menteri Dalam negeri, Tito Karnavian agar segera menegur dan evaluasi PLT walikota Bekasi Tri Adhianto Serta segera menghentikan Mutasi dan Pelantikan Pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, karena

1). Mutasi yang asal-asalan dan cenderung Arogan. Hal ini dilihat dari Daftar Persetujuan, Pengukuhan, Pengangkatan dan Pengangkatan Pejabat di lingkugan Pemerintah Daerah Kota Bekasi Nomor 821/3051/OTDA tertanggal 9 Mei 2022 yang disetujui oleh Kementrian Dalam Negeri terlihat bahwa usulan PLT WALIKOTA BEKASI Cenderung Asal – asalan dan Arogan karena tidak melibatkan Baperjakat dalam mengolah dan menganalisa beban jabatan yang di emban dalam melakukan pelayanan publik kepada masyarakat Kota Bekasi

2). Mengusulkan Pergantian Pejabat yang tidak sesuai kemampuan dan keahliannya
Postur Usulan Mutasi dan Promosi di Pemerintah Propinsi Jawa Barat Nomor 2039/KPG.07/BKD tertanggal 08 April 2022 TIDAK sesuai dengan Sumber Daya Manusia yang di perlukan dalam SKPD. Ini bisa kita lihat dari penempatan bahwa pejabat yang tidak memiliki keahlian dan pengalaman yang spesifik menduduki jabatan baru yang membutuhkan pengalaman dan keahlian dalam jabatan itu seperti pada OPD SETDA yang memutasi Kabag ULP nya dan di ganti dengan Pejabat Baru yang tidak berpengalaman dalam urusan Pengadaan Barang dan Jasa dan menjelang Masa Pensiun. Sementara kita tahu bahwa Pengadaan Barang dan Jasa merupakan Pintu Masuk atas APBD yang akan dijalankan untuk pemenuhan akan pembangunan di Kota Bekasi dari berbagai macam sektor kebutuhan pelayanan masyarakat, indikasi ini akan berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat yang lebih buruk dibanding WALIKOTA terdahulu, pun halnya sama di SKPD seperti DLH, DBMSDA dan yang lainnya

3). Urgensi Kebutuhan diabaikan
Dalam hal urgensi pelayanan masyarakat haruslah terpenuhi terlebih dahulu tapi ini tidak bisa kita lihat dalam usulan promosi dan mutasi yang di usulkan PLT WALIKOTA terkait pelayanan dasar kesehatan masyarakat bahwa pada Dinas Kesehatan pun PLT WALIKOTA mengusulkan Kepala SKPD yang tidak mengerti Pelayanan dasar kesehatan masyarakat, jadi akan kah pelayanan kesehatan masyarakat nya akan terlayani dengan baik pasca tidak diberlakukan nya jaminan kesehatan berbasis NIK (KS – NIK) yang menjadi produk unggulan RAHMAT EFFENDI dan TRI ADHIANTO dalam PEMILUKADA 2,5 Tahun Kebelakang dan lagi- lagi yang akan menjadi KORBAN adalah Masyarakat Kota Bekasi atas nama Pelayanan Masyarakat.

Demikian Surat terbuka ini, kami ajukan kepada Bapak Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Terimah kasih atas kerjasamanya.

Jakarta, 18 Mei 2022

Uchok Sky Khadafi
Direktur CBA

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.