
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Perubahan pola tidur selama bulan Ramadhan berpotensi memengaruhi kesehatan fisik dan mental, terutama jika tidak diimbangi dengan pengaturan waktu istirahat yang baik. Kondisi ini kerap dialami mahasiswa dan masyarakat umum akibat bergesernya jadwal makan, aktivitas ibadah malam, dan kebiasaan begadang.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, mengatakan bahwa perubahan ritme tidur selama Ramadhan tidak hanya berdampak pada rasa kantuk, tetapi juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh.
“Perubahan waktu tidur saat puasa dipengaruhi oleh aktivitas sahur, tarawih, dan kegiatan malam lainnya. Selain itu, perubahan hormon kortisol dan melatonin juga memengaruhi kualitas tidur,” ujar Lailatul, Kamis (26/2/2026), di Surabaya.
Menurut dia, kebiasaan begadang hingga waktu sahur dapat menyebabkan durasi tidur berkurang dan kualitas istirahat menurun. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kantuk di siang hari, penurunan konsentrasi, perubahan suasana hati, serta penurunan daya tahan tubuh.
Dalam jangka menengah, gangguan pola tidur juga berisiko memengaruhi metabolisme tubuh, meningkatkan hormon stres, serta mengganggu pengaturan nafsu makan dan keseimbangan gula darah.
“Pola tidur yang tidak teratur dapat memicu gangguan metabolisme, peningkatan berat badan, serta memengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang,” katanya.
Selain kurang tidur, kelebihan tidur, terutama tidur siang terlalu lama, juga dapat berdampak negatif. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, pusing saat bangun, serta mengganggu pola tidur malam.
Lailatul menyarankan masyarakat untuk menjaga pola tidur yang teratur selama Ramadhan, antara lain dengan tidur lebih awal, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, dan menghindari begadang tanpa alasan mendesak.
Ia juga menganjurkan tidur siang singkat selama 20-30 menit untuk membantu memulihkan energi, serta menjaga pola makan sahur yang seimbang dan aktivitas fisik ringan di pagi hari.
Menurut Lailatul, menjaga kualitas tidur merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. “Ramadhan menjadi momentum untuk melatih kedisiplinan, termasuk dalam menjaga pola tidur. Tubuh yang sehat akan mendukung kualitas ibadah dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengaturan ritme tidur yang baik tidak hanya membantu menjaga kebugaran, tetapi juga mendukung keseimbangan fisik dan mental selama bulan puasa.(*)
Kontributor: Khefti
Editor: Abdel Rafi



