Yogyakarta, Kota Yang Kian Ramah Lansia

2338 views

Tugu Yogya yang menawan.

Tugu Yogya yang menawan.

YOGYAKARTA – Jumlah warga lanjut usia (lansia) di Daerah Istimewa Yogyakarta yang meningkat memang tak dapat dielakkan. Dus, pemerintah setempat mulai menerapkan berbagai strategi guna memberi perhatian pada kaum usia lanjut ini.

Pemerintahan Daerah Istimewa ini berusaha menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik. Di antaranya adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Santun Lansia dan Posyandu Lansia. Setidaknya sudah ada 9 Puskesmas yang dilengkapi fasilitas untuk menangani pasien usia lanjut.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, dari total penduduk sebanyak 3,5 juta jiwa (sensus tahun 2013), jumlah warga lansia mencapai 13,4% pada 2015. Angka ini diperkirakan 14,7% pada 2020 dan 19,5% di 2030 mendatang.

“Memang angka ini cukup tinggi. Untuk lansia, usia diatas 75 tahun paling tinggi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bantul, Maya Sintowati, saat dijumpai wartawan di Yogyakarta, Jumat (22/05).

Tak hanya pengembangan infrastruktur, Puskesmas Lansia juga secara aktif melayani pasien. Misalnya, petugas kesehatan Puskesmas mendatang alamat lansia.

“Seperti toiletnya sudah ada pegangannya. Ada juga kalau yang mau uji laboratorium, lansia yang sulit ke Puskesmas. Maka kita akan datangi,” tutur Maya.

Kepala Puskesmas Kasihan, Kabupaten Bantul, Bambang Sulistrianto misalnya menyatakan, setidaknya ada layanan konsultasi rutin pada lansia. Guna meningkatkan angka kehidupan lansia dan menjaga produktifitasnya. Hal ini merupakan salah satu program unggulan DIY yang diharapkan bisa dijalankan oleh daerah lain. Tak hanya itu, ada juga layanan Posyandu yang disinergikan dengan puskesmas santun lansia. Posyandu tersebut bisa menangani beberapa layanan, seperti deteksi dini penyakit gula, hipertensi, dan konsultasi kesehatan.

Salah satu desa percontohan yakni Desa Ngestihardjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, memiliki 81 lansia. Mereka semua diakui telah tertangani dengan baik karena pemeriksaan yang rutin.

“Ada 3.280 Posyandu serupa di Bantul ini, mereka melakukan pengecekan setiap 3 bulan sekali,” pungkas Bambang (msa/bti).

author